Saham INET: Pengendali Nyerok Brutal, Kode Keras Buat Investor?
Pernah dengar kabar saham INET diborong lagi? Kali ini bukan cuma sekali, tapi tiga kali berturut-turut! Yang beli bukan kaleng-kaleng, lho, tapi si pengendali utama. Gila, niat banget gak sih?
Hari ini kita bedah tuntas INET atau Sinergi Inti Andalan Prima, si jagoan internet service provider di segmen B2B. Kenapa emiten ini jadi primadona bagi pengendalinya? Yuk, kita intip!
Aksi Borong Saham Pengendali: Sinyal Emas atau Cuma Gimmick?
Oke, kita bedah satu-satu. PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, sebagai pemegang saham pengendali INET, bener-bener gak main-main. Terakhir, tanggal 9 Februari, mereka nyerok lagi 45 juta lembar saham di harga Rp 330. Totalnya? Sekitar Rp 15 Miliar, Bos! Padahal, sebelumnya di tanggal 3 dan 4 Februari juga udah belanja.
Kalau ditotal-total, tiga kali aksi borong ini nilainya fantastis: Rp 110 Miliar! Sekarang kepemilikan mereka udah tembus sekitar 57 persen. Artinya apa? Ini sinyal jelas kalau si pengendali percaya banget sama masa depan INET. Mereka yakin harga Rp 300-an itu masih murah dan gak mau kehilangan kendali. Buat mereka, ini investasi serius, bukan cuma coba-coba!
Valuasi Bikin Mikir, Tapi Fundamental Bikin Melirik
Nah, ini dia yang bikin pusing tapi juga penasaran. Harga saham INET saat artikel ini dibuat ada di kisaran Rp 380-an. Tapi, begitu lihat valuasi, jujur aja bikin geleng-geleng kepala:
- PE Ratio? Ratusan, Bro!
- Price to Sales? Di atas 100!
Secara angka sih, ini udah bukan “mahal” lagi, tapi “mahal banget“. Eits, tapi tunggu dulu! Jangan langsung panik dan nge-skip. Ada plot twist di balik angka-angka ini.
Meski valuasinya bikin jantungan, fundamental INET justru lagi meroket. Laba bersih mereka naik hampir 1000% dibanding tahun lalu! Plus, perusahaan ini praktis bebas utang dan punya cash flow yang sehat. Jadi, walaupun harga udah terbang duluan, pondasi bisnisnya lagi kokoh-kokohnya.
INET Cocok Buat Siapa?
Jadi, saham INET ini bukan tipikal saham “murah” yang kamu cari. Tapi, ini adalah saham yang sangat dipercaya oleh pengendalinya dan punya potensi besar yang bikin investor berharap-harap cemas.
Cocok buat kamu yang:
- Ngerti risiko dan siap mental kalau harga sewaktu-waktu nyungsep.
- Punya visi investasi jangka panjang dan percaya pada potensi bisnisnya.
Nggak cocok buat kamu yang:
- Gampang FOMO (Fear Of Missing Out), baru lihat naik dikit langsung masuk tanpa analisis.
- Cari cuan instan tanpa mau belajar fundamental.
Ingat, investasi itu butuh riset, bukan cuma ikut-ikutan tren. Tetap bijak ya, guys!
