Inspirasi Investasi

Strategi Right Issue Saham: Jangan Panik Kena Dilusi, Ini Jurus Jitu Buat Investor Anti Rugi!

Pernah denger istilah right issue saham? Buat lu para investor, ini bisa jadi momen bikin deg-degan. Gimana nggak? Aksi korporasi ini seringnya bikin kita kudu keluar modal tambahan biar kepemilikan saham nggak makin menciut. Ini bukan cuma soal persentase doang, bro! Kalo right issue-nya skala jumbo, harga saham bisa auto turun ke harga teoritis dan bikin floating profit lu langsung berubah jadi floating loss. Makanya, penting banget tau strateginya biar cuan tetap aman!

Kenapa Sih Harga Saham Ikutan Turun Pas Right Issue?

Kalo ada right issue, artinya perusahaan mau terbitin saham baru. Nah, saham baru ini biasanya dijual dengan harga pelaksanaan yang beda jauh dari harga pasar. Logikanya, makin banyak saham baru yang diterbitin dan makin jauh harga pelaksanaannya dari harga pasar, makin gede juga efek penyesuaian harga teoritisnya. Ini yang bikin harga saham lu di portofolio bisa langsung terjun bebas, alias floating loss!

Masih inget kejadian saham PACK dulu? Dari harga Rp2.000-an per saham, tiba-tiba pas masuk ex-date right issue, harganya jadi cuma Rp200-Rp300. Kaget nggak tuh? Floating loss lu bisa langsung melongo 90 persen! Kalo lu nggak punya modal buat tebus saham barunya, ya udah deh, floating loss segitu terus. Itu dia efek paling serem dari right issue skala jumbo.

Bedah Tuntas Right Issue BNBR & COCO: Jumbo Atau Bukan?

Di bulan Juli 2026 ini, ada dua saham lagi yang mau right issue: BNBR dan COCO. Kira-kira, skala right issue mereka bikin gempar nggak ya? Mari kita kupas tuntas!

BNBR: Dilusi Kecil, Tapi Harga Bikin Kaget!

BNBR berencana menerbitkan sekitar 89,92 miliar lembar saham baru. Jumlah ini setara dengan 51 persen dari total saham lama. Rasio right issue-nya itu sekitar 27 saham lama dapat 14 saham baru. Simpelnya, hampir 2 saham lama dapet 1 saham baru. Secara rasio, ini nggak terlalu jumbo, bro.

Tapi, yang bikin perlu perhatian serius di BNBR ini adalah harga pelaksanaannya yang cuma Rp53 per saham. Bandingin sama harga terakhir di 7 Juli 2026 yang sekitar Rp101 per saham. Artinya, harga pelaksanaannya 90 persen lebih rendah dari harga pasar! Wah, jauh banget!

Meski rasio right issue-nya nggak gede-gede amat, tapi efek dilusinya lumayan kerasa kalo lu nggak ikut tebus. Dengan asumsi harga cum-date di Rp101 per saham, harga teoritis BNBR bisa ada di Rp84 per saham. Jadi, kalo lu pegang di Rp101 dan nggak mau tebus saham barunya, siap-siap aja berpotensi kena floating loss sekitar 16 persen pas ex-right.

COCO: Ini Baru Namanya Right Issue JUMBO!

Beda cerita sama COCO, ini baru beneran right issue skala jumbo! Jumlah saham baru yang mau diterbitin mencapai 10,68 miliar lembar, padahal saham lamanya cuma 3,56 miliar. Rasio right issue-nya juga gila-gilaan, 1 saham lama bisa dapet 3 saham baru!

Ditambah lagi, harga pelaksanaan juga dibikin rendah banget, cuma Rp120 per saham. Sementara harga saham COCO di pasar terakhir sekitar Rp288 per saham. Jauh banget kan?

Kalo kita hitung harga teoritis dengan harga cum-date di Rp288 per saham, harga teoritisnya bisa mencapai Rp162 per saham. Artinya, kalo lu nggak niat eksekusi saham barunya, setelah ex-right lu bisa kena floating loss sekitar 43 persen! Bikin pusing, kan?

Strategi Ampuh Hadapi Right Issue: Jangan Panik, Bestie!

Dalam kondisi right issue, ada empat jurus yang bisa lu pilih. Ini dia pilihan aksinya:

  1. Tebus saham baru
  2. Hold saham tanpa tebus saham baru
  3. Jual saham saat atau sebelum cum-date right issue
  4. Beli di harga pasar dan nggak tebus saham barunya

Nah, sekarang gimana cara nentuin jurus mana yang paling pas buat kondisi lu? Cekidot!

1. Tebus Saham Baru: Kapan Worth It?

Jurus tebus saham baru ini bisa lu pilih kalo potensi cuan lu lebih gede. Misalnya, lu udah terlanjur nyangkut di harga atas, sementara harga pelaksanaan right issue jauh di bawah harga pasar. Tebus saham baru bisa jadi langkah yang bijak banget buat nurunin harga rata-rata lu.

Tapi ingat, sebelum tebus, pastiin dulu prospek bisnis perusahaannya setelah right issue itu makin oke. Jangan sampe udah tebus, eh bisnisnya malah makin amburadul. Risiko bisnisnya juga harus terhitung rendah ya, bestie!

2. Hold Tanpa Tebus: Santai Dulu Aja?

Kalo harga rata-rata lu udah di bawah harga pelaksanaan right issue, jurus hold tanpa tebus saham baru ini bisa jadi opsi. Kenapa? Karena lu nggak akan terlalu terpengaruh sama penyesuaian harga teoritis. Harga modal lu udah aman duluan!

3. Jual Sebelum Cum-Date: Amankan Profit!

Jurus ini cocok banget buat lu yang punya harga modal di bawah harga pelaksanaan right issue dan harga pasar saat ini udah terbang tinggi. Mendingan jual dulu deh sebelum cum-date. Daripada nanti floating profit lu menyusut drastis karena harga saham turun ke harga teoritis. Ingat ya, ini berlaku kalo harga saham udah naik kenceng sebelum right issue dan harga pelaksanaannya jauh di bawah harga pasar.

4. Beli di Pasar (Nggak Tebus): Auto Cuan Kalau Pas!

Kalo harga saham di pasar lebih rendah dari harga pelaksanaan right issue, mendingan beli langsung di pasar aja. Ngapain tebus saham baru kalo di pasar harganya udah lebih murah? Tapi tetep, cek dulu prospek bisnis saham itu ya. Jangan asal beli, biar nggak nyesel di kemudian hari!

Bonus Info: Foreign Investor Gercep Borong Saham Indonesia di Tengah Drama!

Sepanjang Juni 2026, meskipun ada drama MSCI yang bikin pasar agak galau, ternyata ada 3 investor asing yang malah asik borong saham-saham pilihan di Indonesia. Mereka gercep banget akumulasi saham terbanyak. Ini deretan saham-saham yang jadi incaran mereka: [di sini bisa ditambahkan daftar saham jika ada data valid, untuk saat ini dikosongkan sesuai instruksi].

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x