FUTR (Futura Energi Global): Rights Issue 2026 Dorong Ekspansi Energi Terbarukan
PT Futura Energi Global (
FUTR
) tengah mempersiapkan langkah strategis monumental yang siap mengubah lanskap bisnisnya. Melalui klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia, perseroan menegaskan target pelaksanaan rights issue pada tahun 2026. Aksi korporasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat struktur modal, namun juga menjadi pintu masuk bagi injeksi aset-aset energi terbarukan bernilai tinggi.
Transformasi Strategis Melalui Rights Issue 2026
FUTR berencana menggelar rights issue pada tahun 2026, sebuah inisiatif krusial yang menandai babak baru bagi perseroan. Aksi ini akan memfasilitasi masuknya PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) sebagai pengendali baru, yang akan mengintegrasikan aset-aset berbasis energi signifikan ke dalam portofolio anak usaha FUTR. Langkah ini dipercaya akan secara signifikan meningkatkan fundamental dan prospek pertumbuhan
jangka panjang
perseroan di sektor energi terbarukan Indonesia.
Injeksi Aset Geotermal Berkapasitas 220 MW
Ardhantara, sebagai entitas pengendali baru, membawa serta proyek geotermal ambisius yang sedang dikembangkan di kawasan Gunung Slamet. Proyek ini memiliki potensi kapasitas sebesar
220 MW
, menjadikannya salah satu aset strategis yang akan menopang kinerja FUTR ke depan. Komitmen terhadap proyek ini semakin kuat dengan telah ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA) berdurasi
30 tahun
dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Operasional komersial proyek ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027, menjamin stabilitas pendapatan FUTR untuk dekade mendatang.
Investasi yang dialokasikan untuk proyek geotermal ini mencapai
85 juta dolar AS
. Angka ini mengalami penyesuaian dari estimasi sebelumnya sebesar 80 juta dolar AS, merefleksikan valuasi yang lebih komprehensif dan prospek yang semakin menjanjikan dari proyek tersebut. Informasi detail klarifikasi ini dapat diakses melalui dokumen resmi
Bursa Efek Indonesia
.
Diversifikasi Portofolio dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Selain ekspansi ke sektor geotermal, FUTR juga aktif menjajaki diversifikasi ke pembangkit listrik tenaga surya. Perseroan berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan potensi kapasitas mencapai
130 MW
. Pengembangan PLTS ini ditargetkan rampung pada tahun 2026, selaras dengan rencana rights issue.
Langkah diversifikasi ini menunjukkan visi FUTR untuk menjadi pemain kunci dalam transisi energi Indonesia. Dengan portofolio yang mencakup geotermal dan tenaga surya, FUTR memposisikan diri untuk meraih peluang pertumbuhan di tengah meningkatnya permintaan akan energi bersih dan berkelanjutan. Investor patut mencermati setiap perkembangan dari aksi korporasi strategis ini, yang berpotensi memberikan nilai tambah signifikan bagi pemegang saham dan industri energi nasional.

