Berita Korporasi

Bank Mandiri (BMRI): Laba Tahun 2025 Melejit, Bikin Investor Senyum Lebar!

Geng investor, siap-siap kaget! Bank Mandiri (BMRI) baru saja ngasih kejutan manis di laporan keuangannya. Laba bersih mereka di kuartal 4 tahun 2025 itu Rp18,6 triliun, loh! Angka ini melesat 35% YoY dan 40% QoQ. Hasilnya? Laba bersih setahun penuh 2025 tembus Rp56,3 triliun, naik 1% YoY. Ini jauh banget di atas ekspektasi pasar yang malah nyangka bakal turun -8% YoY.
Gokil!

BMRI: Pinjaman Ngebut, Laba Ikut Meroket

Gak cuma laba, pertumbuhan pinjaman Bank Mandiri sepanjang 2025 juga gas pol, naik 13% YoY. Kunci utamanya ada di pinjaman program Koperasi Desa Merah Putih. Kalau pinjaman itu kita kesampingkan, pertumbuhan pinjaman tetap solid di 9% YoY, sesuai banget sama target. Nah, buat tahun 2026, manajemen BMRI memproyeksikan pinjaman masih akan tumbuh 7-9% YoY. Meski begitu, ada ekspektasi sedikit penyesuaian di Net Interest Margin (NIM) dan normalisasi Cost of Credit (CoC).

Kinerja Solid BMRI: NII, Opex, dan Provisi Efisien

Laba bersih BMRI yang meroket di kuartal 4 tahun 2025 itu bukan cuma hoki, tapi hasil kerja keras di hampir semua lini. Apa aja?
Pertama, Non-Interest Income (NII) atau pendapatan non-bunga mereka naik lebih dari 20% baik secara tahunan maupun kuartalan. Keren, kan? Pendorongnya terutama dari cash recovery yang melesat 43% YoY dan QoQ, plus non-digital recurring fee yang naik 57% YoY dan 22% QoQ.
Kedua, biaya operasional (opex) mereka berhasil dikelola dengan baik.
Ketiga, beban provisi atau pencadangan kerugian kredit mereka juga minim.

Opex Terkendali, Efisiensi Jadi Kunci Untung

Ngomongin opex Bank Mandiri, di kuartal 4 tahun 2025 malah turun -6% YoY, walaupun naik tipis 2% QoQ. Alhasil, sepanjang 2025, pertumbuhan opex BMRI cuma 15% YoY. Ini jauh di bawah target manajemen yang memproyeksikan 25% YoY. Kenapa bisa begitu? Manajemen BMRI bilang ini berkat upaya efisiensi yang serius di kuartal terakhir. Untuk tahun 2026, BMRI menargetkan opex hanya tumbuh di kisaran single digit menengah hingga rendah. Artinya, BMRI makin jago ngirit, tapi tetap produktif!

Jurus Cerdas Atur Provisi: Risiko Tetap Aman

Dari sisi pencadangan, beban provisi di kuartal 4 tahun 2025 hanya sekitar Rp900 miliar. Ini turun drastis -64% YoY dan -73% QoQ, sehingga beban provisi setahun penuh 2025 juga turun -5% YoY. Cost of Credit (CoC) BMRI di 2025 cuma 0,6%, ini juga di bawah target awal manajemen.
Manajemen BMRI menjelaskan, mereka melakukan penyesuaian metodologi pencadangan agar lebih akurat merefleksikan standar underwriting kredit yang makin ketat beberapa tahun terakhir. Untuk 2026, manajemen BMRI menargetkan CoC di rentang 0,6-0,8%. Ini langkah konservatif buat menjaga bahkan meningkatkan level coverage mereka. Aman!

Prospek Saham BMRI 2026: Lanjut Gas atau Santai Dulu?

Dengan fundamental sekuat ini, saham BMRI tetap menarik perhatian. Meskipun ada proyeksi sedikit penurunan NIM dan normalisasi CoC di tahun 2026, Bank Mandiri sudah menyiapkan strategi jitu. Pertumbuhan pinjaman yang terukur dan efisiensi operasional akan menjadi pilar utama. Bagi investor yang mencari saham perbankan dengan kinerja solid dan manajemen yang proaktif, BMRI bisa jadi pilihan menarik untuk jangka panjang.
Tetap riset mandiri, ya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x