Proyek WTE & Saham DAAZ
Belakangan ini, obrolan soal proyek Waste to Energy (WTE) makin kencang. Bahkan suaranya sudah ramai sebelum tensi di Timur Tengah memanas. Inti proyeknya sederhana: menyulap gunungan sampah jadi listrik. Tapi di market, yang bikin suhu panas bukan proses pembakaran sampahnya, melainkan satu pertanyaan sakti: “Siapa yang kebagian jatah proyeknya?”
Proyek gagasan Danantara ini sukses bikin radar investor menyala. Market langsung gerak cepat pasang posisi, menebak-nebak emiten mana yang bakal ketiban durian runtuh.
Deretan Nama yang Berseliweran
Beberapa nama emiten sudah mulai masuk watchlist panas karena dianggap punya kans besar dalam proyek pengolahan sampah jadi listrik ini. Nama-nama seperti OASA, BIPI, MHKI, TOBA, SOFA, IMPC, hingga DAAZ mulai ramai dibahas di forum-forum saham.
Namun, dari sekian banyak nama, ada satu yang bikin gw agak garuk-garuk kepala: DAAZ.
DAAZ: Logistik Tambang Nyemplung ke Sampah?
Jujur saja, DAAZ ini basic-nya adalah logistik pertambangan. Agak jauh kalau tiba-tiba “nyemplung” ke urusan limbah. Tapi di bursa, nggak ada yang nggak mungkin.
Kabarnya, pemenang tender bakal diumumkan di minggu kedua Maret. Syaratnya standar: administrasi rapi dan praktek lingkungan aman. Namun, ada satu poin menarik dari komite seleksi Danantara: Mitra lokal nggak harus jago soal sampah. Bahkan perusahaan batu bara pun boleh ikut masuk.
Bahkan ada pengamat pasar modal yang berbisik kalau pemenang proyek WTE ini kemungkinan besar bukan pemain lama yang sudah berkecimpung di bidang pengolahan sampah. Kedengarannya mungkin agak aneh, tapi ya… mari kita tunggu saja realisasinya.
Mengintip Jeroan DAAZ
Kalau kita bedah sedikit soal DAAZ, ada beberapa catatan penting:
Likuiditas: Transaksinya memang kurang liquid, tapi volume perdagangan belakangan ini menunjukkan ada peningkatan yang lumayan mencolok dibanding sebelumnya.
Ekspansi: Mereka nggak main-main soal modal. DAAZ baru saja menerbitkan obligasi senilai Rp500 Miliar untuk ekspansi armada kapal.
Proyek Strategis: Mereka sudah masuk konsorsium nikel untuk proyek baterai listrik bareng ANTM.
Antara Rumor dan Realita
Ingat, soal keterlibatan DAAZ di proyek WTE ini belum fix. Di bursa, rumor bisa jadi bensin yang bikin harga terbang, tapi kalau ternyata zonk, harganya bisa nyungsep.
Kalau memang beneran tembus, ini jelas sentimen positif. Tapi kalau tidak, ya DAAZ tetaplah perusahaan logistik yang lagi agresif ekspansi di sektor nikel dan energi.
Kesimpulannya? Pantau pengumuman minggu depan. Apakah sampah ini bakal jadi emas buat investor, atau cuma jadi polusi di portofolio? Stay alert.
