Berita Korporasi

IHSG Rontok Parah! Ini Biang Keroknya & Dampak ke Saham TLKM, AMMN, BRMS

Pasar saham Indonesia lagi boncos, bro! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (4/3) tahun 2026 kemarin sempat anjlok -5,6% saat perdagangan berlangsung, sebelum akhirnya ditutup di level 7.577,1 dengan pelemahan -4,6%. Bikin puyeng pala investor, cuma 54 dari total 910 saham yang berhasil finish di zona hijau.

Saham Big Caps Ikutan Terkapar, Ini Dia Penekannya!

Beberapa saham dengan kapitalisasi pasar jumbo ikutan jadi penekan indeks paling gede, bikin IHSG makin melorot. Sebut saja:

Nggak cuma faktor domestik, tapi sentimen dari luar negeri juga bikin pasar kalang kabut. Isu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah lagi-lagi jadi biang kerok utama yang bikin pasar global deg-degan.

Asia Panik Massal, Indonesia Ikut Terseret Arus

Gila, Bro! Ketegangan di Timur Tengah beneran memicu “market crash” bersejarah di Asia. Indeks saham di negara tetangga kita ikutan babak belur:

  • SET Thailand: Sempat turun -8,6% dan kena trading halt 30 menit. Ini karena Thailand terlalu bergantung pada impor minyak.
  • Kospi Korea: Anjlok -12% sampai kena halt 20 menit gara-gara likuidasi paksa saham-saham terkait AI.
  • Nikkei 225 Jepang: Ikutan turun -3,6%.
  • Hang Seng Hong Kong: Minus -2%.

Nikkei dan Hang Seng ini tertekan karena ada outflow gede-gedean dari saham-saham semikonduktor, gara-gara efek perang Iran yang bikin investor pada panik jual.

Fitch Downgrade Outlook Indonesia: Ada Apa Nih?

Di tengah kegaduhan pasar, Rupiah juga ikutan melemah sekitar -0,17% ke level Rp16.885 per Dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik +6,9 basis poin jadi 6,61%. Investor asing? Mereka lagi-lagi cabut, dengan net foreign outflow di pasar saham mencapai Rp117,9 Miliar hari itu.

Kabar yang bikin makin dag dig dug itu datang menjelang penutupan perdagangan. Fitch mengumumkan downgrade outlook sovereign credit Indonesia dari ‘stable‘ jadi ‘negative‘. Ini bukan kaleng-kaleng, Bro, Fitch mengkonfirmasi rumor yang udah beredar sejak sesi pertama perdagangan.

Keputusan Fitch ini bukan yang pertama lho. Sebelumnya, Moody’s juga udah ngelakuin hal serupa di awal Februari 2026. Bahkan, S&P Global di bulan yang sama juga udah ngasih peringatan soal risiko penurunan profil kredit Indonesia karena tekanan fiskal yang meningkat, meskipun S&P Global sendiri belum merevisi outlook dan rating-nya. Jadi, situasi ini memang lagi challenging banget buat ekonomi kita.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x