Berita Korporasi

INCO: Bedah Laporan Keuangan Vale Indonesia 2025, Cuan Stabil Meski Ada Ganjalan!

Investor INCO pasti penasaran sama laporan keuangan tahunan Vale Indonesia. Nah, laporan keuangan 2025 udah rilis nih, dan hasilnya lumayan bikin kita ngangguk-angguk. Tapi, ada yang bikin kening berkerut di kuartal terakhir. Yuk, kita bedah satu-satu!

Kinerja INCO: Setahun Cuan, Kuartal Akhir Ada Apa Nih?

Vale Indonesia, dengan kode saham INCO, berhasil mencatatkan laba bersih US$76 juta sepanjang tahun 2025. Angka ini naik 32% dibanding tahun sebelumnya, dan pas banget, 97% dari estimasi konsensus analis. Jadi, target tercapai nih, ga kaleng-kaleng!

Tapi, kalau kita ngintip kuartal IV (4Q25), laba bersihnya agak kaget nih, cuma US$24 juta. Ini turun 13% QoQ (Quarter-on-Quarter) dari Q3, tapi masih naik 255% YoY (Year-on-Year) dari Q4 tahun sebelumnya. Penasaran kenapa Q4 tiba-tiba drop?

Operasional Ngebut, Tapi Laba Usaha Q4 Kok Turun Drastis? Ini Biang Keroknya!

Oke, laba bersih Q4 turun. Kita cek dari laba usaha. Laba usaha INCO di 4Q25 cuma US$5 juta, padahal di Q325 masih di US$33 juta. Ini penurunan yang cukup signifikan, bro! Ternyata, biang kerok utamanya adalah kenaikan beban operasional (opex) yang melonjak drastis. Dari cuma US$9 juta di Q325, jadi US$28 juta di 4Q25. Gila gak tuh?

Kenaikan opex ini sebagian besar datang dari biaya restorasi lingkungan sebesar US$15 juta. Dan ini semua dibukukan langsung di 4Q25. Jadi, emang beban ini yang bikin laba usaha di akhir tahun jeblok, padahal secara operasional inti mungkin oke.

Jualan Nikel Matte dan Saprolit: Volume Stabil, Harga Gimana?

Dari sisi penjualan, INCO emang gas terus. Volume penjualan nickel matte di 4Q25 mencapai 18.418 ton, sedikit turun 6% QoQ dan 4% YoY. Untuk harga jual rata-rata nickel matte di 4Q25 lumayan stabil di US$12.308 per ton.

Selama tahun 2025 penuh, total penjualan nickel matte INCO sukses mencapai 73.094 ton, naik 1% YoY, dengan produksi 72.027 ton. Ini artinya, produksi mereka mencapai 101% dari target lho! Harga jual rata-rata sepanjang 2025 tercatat US$12.157 per ton.

Selain nickel matte, penjualan bijih saprolit juga jadi pendapatan tambahan yang lumayan. Di 4Q25, penjualan bijih saprolit mencapai 1,42 juta ton, naik signifikan dibanding Q325 yang cuma 749 ribu ton (dan nggak ada penjualan di Q424). Harga jualnya di 4Q25 sekitar US$41/wmt.

Jadi, Gimana Nasib INCO ke Depan?

Kinerja INCO di 2025 menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan laba bersih yang solid, meskipun ada beban restorasi lingkungan yang bikin kaget di kuartal terakhir. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekaligus tantangan dalam pengelolaan biaya. Investor perlu terus memantau strategi INCO ke depan, terutama terkait efisiensi dan harga komoditas nikel global. Jangan sampai salah langkah, bro!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x