BUVA Gaspol! Akuisisi Lahan Rp65,6 Miliar di Bali, Prospek Sahamnya Gimana Nih?
Investor saham BUVA (Bukit Uluwatu Villa) kudu merapat! Ada kabar gokil dari emiten perhotelan dan properti di Bali ini. Mereka baru aja bikin gebrakan yang patut lu perhatiin.
Ekspansi Lahan BUVA di Pecatu, Bali
Lewat anak usahanya, PT Bukit Bali Permai, BUVA secara resmi mengumumkan telah sukses mengakuisisi lahan super strategis. Gak main-main, luasnya mencapai 8.395 meter persegi di area Pecatu, Bali. Lokasi ini emang udah jadi primadona buat investasi properti dan pariwisata, bro.
Detail Akuisisi: Harga dan Lokasi Premium
Transaksi ini menelan biaya sekitar Rp65,6 miliar. Penjualnya adalah PT Erlangga Prakarsa Mulia Sentosa. Yang bikin makin menarik, lahan ini punya 3 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan posisinya langsung nempel alias berdampingan banget sama aset premium perseroan, yaitu Alila Villas Uluwatu. Kebayang kan gimana strategisnya lokasi ini?
Tujuan Strategis: Perkuat Daya Saing
BUVA bukan cuma asal beli, gengs. Akuisisi ini punya visi besar:
- Memperluas kapasitas dan fasilitas akomodasi.
- Meningkatkan nilai tambah aset perseroan.
- Memperkuat daya saing BUVA di industri pariwisata Bali yang ketat.
Ini menunjukkan BUVA serius banget buat tumbuh dan ngasih yang terbaik buat para tamunya.
Sumber Dana dan Status Afiliasi
Duit buat akuisisi ini datang dari hasil rights issue perseroan yang direncanakan pada November 2025. Jadi, penggunaan dana rights issue yang lalu atau yang akan datang udah ada planningnya nih. Oh iya, transaksi ini juga masuk kategori afiliasi. Kenapa? Karena BUVA dan PT Erlangga Prakarsa Mulia Sentosa punya ultimate beneficial owner yang sama, yaitu Hapsoro. Ya, begitulah dinamika bisnis.
Gimana Prospek BUVA ke Depan?
Dengan ekspansi lahan ini, BUVA jelas menunjukkan ambisinya buat makin kokoh di sektor pariwisata Bali. Peningkatan fasilitas dan kapasitas bisa jadi daya tarik kuat buat investor dan wisatawan. Patut dilirik nih pergerakannya! Gimana menurut lu?

