Catatan Jamet

Saham ERAA – Direktur ERAA Buka Suara

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) udah bukan sekadar tukang jual HP, bro. Sekarang mereka lagi gaspol transformasi jadi ritel lifestyle powerhouse yang nyentuh banyak lini bisnis. Dari gadget sampai kopi premium, dari sepatu olahraga sampai mobil listrik, semuanya diborong. Buset, ini mah bukan kaleng-kaleng.

Lonjakan Kinerja: Revenue Tembus Rp76 Triliun

Tahun 2025 jadi milestone penting buat ERAA. Pendapatan mereka berhasil tembus Rp76 triliun, mencerminkan ekspansi agresif dan diversifikasi bisnis yang makin matang. Ini bukan cuma growth biasa, tapi sinyal kuat kalau strategi transformasi mereka mulai kena semua target.

Tiga Pilar Utama Bisnis ERAA

1. Erajaya Digital

Ini core business mereka. Fokus di distribusi handset dan ekosistem digital lewat jaringan seperti Erafone dan iBox. Masih jadi tulang punggung, tapi bukan satu-satunya sumber cuan lagi.

2. Erajaya Active Lifestyle

Dikelola lewat entitas anak ERAL, segmen ini lagi naik daun. Produk yang dijual mulai dari IoT kayak DJI dan Garmin, sampai brand olahraga seperti ASICS dan JD Sports. Bahkan mereka udah gandeng brand fashion Thailand Gentle Woman. Gaya hidup sultan? Masuk semua di sini.

3. Erajaya Food & Nourishment

Masuk ke F&B, ERAA bawa brand premium seperti Paris Baguette, Bacha Coffee, GrandLucky, sampai Chagee yang lagi hype. Diversifikasi ini bikin mereka makin tahan banting dari fluktuasi bisnis gadget.

Target Besar: Non-Handset Kontribusi 30%

Manajemen menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, segmen non-handset bisa nyumbang lebih dari 30% total revenue. Artinya, ERAA lagi serius banget lepas dari ketergantungan HP. Pelan-pelan jadi konglomerat retail, cuy.

Masuk EV: Gandeng Xpeng, Siap Rakit Lokal

Langkah strategis berikutnya adalah masuk ke pasar electric vehicle dengan menggandeng brand Xpeng. Menurut manajemen, EV sekarang udah jadi simbol gaya hidup kelas atas. ERAA bahkan siap ke arah perakitan lokal dengan target TKDN 40% untuk dapetin insentif pajak. Gokil, dari jual iPhone sekarang jual mobil listrik.

2026 Bakal Menantang, Tapi Strategi Sudah Disiapkan

Manajemen mengakui tahun 2026 berpotensi penuh tantangan. Faktor daya beli dan geopolitik bisa bikin pasar goyang. Tapi mereka udah siap dengan strategi ekspansi yang lebih selektif, termasuk pembukaan gerai baru yang lebih terukur.

Buyback Saham: Sinyal Valuasi Masih Menarik?

ERAA baru saja melakukan buyback sebanyak 224 juta saham atau sekitar 1,4% dari total saham beredar, dengan nilai sekitar Rp88 miliar di harga rata-rata Rp380. Total rencana buyback mencapai Rp150 miliar.

Secara teori, buyback ini bisa meningkatkan earnings per share (EPS) karena jumlah saham beredar berkurang. Biasanya ini juga jadi sinyal kalau manajemen merasa valuasi sahamnya masih undervalued. Bahasa jametnya: “nih saham masih murah, gas kumpulin!”

Kesimpulan: ERAA dan ERAL Menuju Raksasa Baru?

Dengan diversifikasi agresif, ekspansi ke EV, dan strategi kapital yang solid, ERAA bersama ERAL berpotensi jadi emerging giant di sektor konsumer. Buat investor yang cari growth story, ini saham wajib masuk radar. Jangan cuma jadi penonton, nanti ketinggalan kereta, bro.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x