Berita Korporasi

Kinerja Saham TOWR 1Q26: Cuan Melejit, Ada Apa Nih di Balik Angka Sarana Menara Nusantara?

Para investor dan pejuang cuan, mari kita bedah laporan keuangan TOWR alias Sarana Menara Nusantara di kuartal pertama tahun 2026. Angka-angka yang keluar ini bikin kita kepo abis, apakah TOWR masih jadi jawara atau ada tantangan baru? Yuk, kita gaspol!

Laba Bersih TOWR 1Q26: Ngacir Berkat Efisiensi Keuangan!

Kabar gembira datang dari laba bersih Sarana Menara Nusantara di 1Q26 yang mencatat angka Rp941 Miliar. Angka ini naik 17% YoY (Year-on-Year) lho! Walaupun turun 16% QoQ (Quarter-on-Quarter), tapi hasil ini masih sesuai ekspektasi konsensus, setara 24% dari estimasi laba bersih 2026F.

Kenaikan laba bersih ini auto-jadi berkat turunnya beban keuangan yang signifikan. Biaya keuangan TOWR terpangkas jadi Rp817 Miliar, alias anjlok 25% YoY. Ini karena beban bunga yang dibayar lebih kecil, Rp644 Miliar (turun 22% YoY), plus ada keuntungan kurs alias forex sebesar Rp14 Miliar. Ingat kan, di 1Q25 TOWR malah rugi forex Rp89 Miliar? Nah, kali ini jadi pahlawan cuan!

Pendapatan TOWR: Segmen Non-Tower Bikin Gempar!

Total pendapatan TOWR di 1Q26 mencapai sekitar Rp3,5 Triliun, naik 11% YoY. Angka ini juga setara 26% dari estimasi konsensus 2026F. Tapi, yang bikin kita melongo itu adalah performa segmen non-tower yang lagi on fire!

  • Pendapatan Segmen Non-Tower: Melambung tinggi ke Rp1,5 Triliun, naik 41% YoY dan 16% QoQ.
  • Segmen Konektivitas: Cuan dari sini naik 44% YoY jadi Rp502 Miliar. Mantap jiwa!
  • Kontribusi Segmen Lain-lain: Rp269 Miliar, padahal di 1Q25 cuma Rp3 Miliar. Ini utamanya datang dari penjualan generator set yang baru tercatat di kuartal ini.

Sayangnya, segmen tower alias menara telekomunikasi malah agak loyo, turun 4% YoY jadi Rp2 Triliun. Tapi tenang, ini bukan berarti kiamat ya!

Operasional TOWR: Menara dan Tenant Tetap Gaspol!

Walau pendapatan segmen menara turun, bukan berarti TOWR berhenti berinovasi. Jumlah menara dan tenant tetap tumbuh lho, masing-masing +3% YoY dan +5% YoY. Rasio penyewaan (tenancy ratio) juga masih solid di level 1,66. Ini nunjukkin kalau bisnis inti menara mereka masih punya fondasi yang kuat.

Margin Laba Usaha: Agak Ciut, Kenapa Nih?

Laba usaha TOWR di 1Q26 naik 3% YoY menjadi Rp1,9 Triliun. Tapi, margin laba usaha memang agak ciut jadi 55,8%. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh kontraksi margin laba kotor ke level 64,9%.

Kok bisa? Ternyata, beban pokok pendapatan TOWR naik signifikan, yaitu +24% YoY. Ini gara-gara biaya penjualan generator set (Rp119,4 Miliar) dan biaya jasa konstruksi serta pemeliharaan (Rp45 Miliar). Jadi, bukan karena operasional inti yang boros, tapi karena ada aktivitas penjualan baru yang bawa beban lebih gede.

Overall, TOWR di 1Q26 menunjukkan kinerja yang cukup menjanjikan, terutama dari sisi efisiensi keuangan dan pertumbuhan segmen non-tower. Para pejuang cuan, jangan lupa lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi ya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x