Piala Dunia Bikin Saham Ambles? Ngulik Data Historis & Psikologi Investor!
Eh, pernah denger rumor kalo pasar saham suka drop pas lagi deket atau selama gelaran Piala Dunia? Katanya sih, investor pada sibuk nonton bola sampe lupa portofolio atau malah nyari duit buat judi bola. Tapi, beneran gitu gak sih polanya? Kita kupas tuntas faktanya biar lu gak kemakan mitos!
Mitos Atau Fakta: Pasar Saham Loyo Pas Piala Dunia?
Banyak yang ngomong kalo Piala Dunia itu bawa sial buat pasar saham. Tapi, dari data yang kita kumpulin dari berbagai pasar saham gede dunia kayak S&P 500, Shanghai Stock Exchange, Hang Seng Stock Exchange, Nikkei Stock Exchange, plus aset digital kek Bitcoin, sampe ke rumah sendiri, IHSG, ceritanya gak semulus itu, Gaes!
Bahkan, ada riset keren dari Chenyang Liu, Siung C. Bae, dan Taek Ho Kwon yang judulnya “Gambling sentiment spillover to stock markets: Evidence from China surrounding FIFA World Cup” (dirilis 2025 – anggap aja ini riset baru yang relevan, ya!). Riset ini ngasih pencerahan kenapa ada anggapan gitu.
Studi China & Hong Kong: Ada Apa dengan Saham di Sana?
Salah satu temuan epic dari riset itu nunjukin kalo pasar saham China dan Hong Kong emang cenderung koreksi, alias turun, satu bulan sebelum dan pas Piala Dunia digelar. Ini datanya:
- Shanghai Stock Exchange pernah ambles sampe 8,01% di Juni 2018 (pas World Cup). Terus, di Desember 2022 juga nyungsep 1,97%.
- Nah, kalo Hang Seng agak beda. Dia lebih sering turun H-1 bulan sebelum Piala Dunia. Contohnya, Mei 2010 turun 6,36%. Tapi, Mei 2014 malah naik 4,28% (meskipun dari awal tahun udah tertekan). Abis itu, Mei 2018 turun lagi 1,1% dan Oktober 2022 terjun bebas 14,72%. Pusing gak tuh?
Bukan Cuma Judi Bola, Tapi “Saham Gorengan”?
Yang menarik, riset itu bilang kalo efek psikologis dari Piala Dunia bukan cuma soal taruhan bola doang. Tapi, malah memicu spekulasi saham-saham “gorengan”! Goks!
Saham gorengan, yang emang karakteristiknya sering digoreng-goreng, katanya malah bisa kasih keuntungan lebih tinggi dibanding saham fundamental selama Piala Dunia. Artinya, ada perubahan perilaku investor. Dari riset itu, keliatan banget kalo investor ritel (kayak lu-lu pada) cenderung gambling. Mereka net sell di saham fundamental dan malah ngeborong saham gorengan. Ngeri ya!
Trus, ada pertanyaan gede: “Beneran ada investor jual saham buat taruhan bola?”
Jawabannya dari riset itu, enggak terbukti 100%. Gak ada data kuat yang nunjukin uang investasi beneran keluar dari pasar buat dipake spekulasi pertandingan Piala Dunia.
Gimana Dengan Pasar Global Lain & Bitcoin? Polanya Beda-Beda Cuy!
Kalo kita ngintip pasar dan aset lain di luar China, polanya beda-beda banget, gak ada yang plek ketiplek.
S&P 500: Naik Turun Kayak Roller Coaster
Indeks S&P 500 di Amerika Serikat pernah turun Mei dan Juni 2010 (pas Piala Dunia). Tapi anehnya, di 2014 dan 2018, malah cenderung naik. Eh, pas 2022 turun lagi di Desember. Jadi, gak konsisten juga kan?
Nikkei Jepang: Ikut-Ikutan S&P 500?
Nikkei di Jepang mirip S&P 500. Juni 2010 turun, 2014 gak ngaruh, Mei 2018 turun lagi, dan Desember 2022 juga ngeloyor ke bawah. Polanya gak ajeg!
IHSG Indonesia: Ada Tekanan, Tapi Gak Konsisten
IHSG kita kadang-kadang juga kena tekanan. Mei 2010 dan Juni 2014, 2018, 2022 ada penurunan. Tapi, penurunannya bervariasi banget dan gak selalu signifikan. Jadi, kalo dibilang ambles gara-gara Piala Dunia, ya belom tentu juga!
Bitcoin: Si Raja Kripto yang Paling Random
Nah, kalo Bitcoin, si aset kripto paling heboh, polanya super random! 2014 gak ada efek signifikan. Tapi, di Mei dan Juni 2018, Bitcoin anjlok parah, masing-masing 18,37% dan 21,87%. Terus, November dan Desember 2022 juga ikutan loyo. Bitcoin ini emang paling labil sih, jadi ya wajar kalo gak konsisten.
Ringkasan Data Historis Tiap Edisi Piala Dunia (2010-2026)
Buat lu yang pengen tahu lebih detail, ini dia rekap pergerakan pasar saham dan Bitcoin di beberapa edisi Piala Dunia. Data ini diambil dari riset dan pergerakan indeks bulanan.
Periode “1 Bulan Sebelum” Piala Dunia: Siapa yang Merana?
Ini adalah pergerakan pasar sebulan sebelum kick-off Piala Dunia. Untuk edisi 2010, 2014, 2018, dan 2026 pakai data Mei. Khusus 2022 pakai Oktober karena World Cup Qatar mulainya November.
- Nikkei:
- 2010: -11,65%
- 2014: +2,29%
- 2018: -1,18%
- 2022: +6,36%
- 2026: +11,88%
- Hang Seng:
- 2010: -6,36%
- 2014: +4,28%
- 2018: -1,10%
- 2022: -14,72%
- 2026: -2,30%
- Shanghai:
- 2010: N/A
- 2014: N/A
- 2018: +0,43%
- 2022: -4,33%
- 2026: -1,06%
- IHSG:
- 2010: -5,87%
- 2014: +1,11%
- 2018: -0,18%
- 2022: +0,83%
- 2026: -11,92%
- S&P 500:
- 2010: -8,20%
- 2014: +2,10%
- 2018: +2,16%
- 2022: +7,99%
- 2026: +5,15%
- Bitcoin:
- 2010: N/A
- 2014: +34,21%
- 2018: -18,37%
- 2022: +5,12%
- 2026: -3,76%
Saat Periode Bulan Piala Dunia Terjadi: Rebound atau Makin Ngeloyor?
Ini pergerakan pasar pas Piala Dunia lagi seru-serunya. Edisi 2010, 2014, 2018 pakai data Juni & Juli. Edisi 2022 pakai November & Desember. Untuk 2026, karena baru pekan pertama, pakai Juni MTD (Month-To-Date) / snapshot awal turnamen.
- Nikkei:
- 2010: Jun -3,95% Jul +1,65%
- 2014: Jun +3,62% Jul +3,03%
- 2018: Jun +0,46% Jul +1,12%
- 2022: Nov +1,38% Dec -6,70%
- 2026: Jun +0,39% (W1 / MTD)
- Hang Seng:
- 2010: Jun +1,84% Jul +4,48%
- 2014: Jun +0,47% Jul +6,75%
- 2018: Jun -4,97% Jul -1,29%
- 2022: Nov +26,62% Dec +6,37%
- 2026: Jun -0,88% (W1 / MTD)
- Shanghai:
- 2010: N/A
- 2014: N/A
- 2018: Jun -8,01% Jul +1,02%
- 2022: Nov +8,91% Dec -1,97%
- 2026: Jun -1,00% (W1 / MTD)
- IHSG:
- 2010: Jun +4,17% Jul +5,34%
- 2014: Jun -0,31% Jul +4,31%
- 2018: Jun -3,08% Jul +2,37%
- 2022: Nov -0,25% Dec -3,26%
- 2026: Jun -12,89% (W1 / MTD)
- S&P 500:
- 2010: Jun -5,39% Jul +6,88%
- 2014: Jun +1,91% Jul -1,51%
- 2018: Jun +0,48% Jul +3,60%
- 2022: Nov +5,38% Dec -5,90%
- 2026: Jun -2,59% (W1 / MTD)
- Bitcoin:
- 2010: N/A
- 2014: Jun +3,78% Jul -8,00%
- 2018: Jun -21,87% Jul +30,02%
- 2022: Nov -16,21% Dec -3,05%
- 2026: Jun -14,18% (W1 / MTD)
Catatan: Data Shanghai 2010 dan 2014 tidak tersedia. Data Bitcoin 2010 juga tidak tersedia. Untuk 2026, data masih snapshot pekan pertama/MTD Juni, belum hasil akhir periode Piala Dunia.
Pembacaan Pola per Edisi
- 2010: Menjelang turnamen, semua aset kayaknya lagi risk-off serempak. Pas turnamen, Asia dan IHSG justru rebound, S&P 500 sempat lemah terus pulih.
- 2014: Ini edisi yang paling positif! Sebulan sebelum Piala Dunia mayoritas aset naik, dan selama turnamen pun banyak indeks tetep ijo royo-royo.
- 2018: Tekanan lebih kerasa di pasar Asia dan Bitcoin. Hang Seng, IHSG, dan Bitcoin cenderung melemah, sementara S&P 500 lebih kuat.
- 2022: Paling campur aduk karena jadwalnya geser ke November-Desember. Hang Seng dan Shanghai sempat nguat banget di November, tapi IHSG dan Bitcoin malah melemah.
- 2026 (W1): Snapshot awal nunjukin IHSG dan Bitcoin lagi loyo banget. Tapi, pasar global belum seragam, jadi masih terlalu dini buat bilang ada pola global yang solid.
Takeaways Cepat
- Gak ada bukti kuat kalo semua pasar pasti drop 1 bulan sebelum Piala Dunia.
- Piala Dunia 2010 mungkin mendukung narasi sell-off, tapi 2014 justru ngebantah keras karena mayoritas aset malah naik.
- Bitcoin jadi aset yang paling volatil dan paling sering keliatan lemah pas fase turnamen.
- IHSG kita emang cukup sensitif di beberapa edisi, terutama 2018, 2022, dan awal 2026, tapi polanya tetep gak konsisten.
- Secara umum, hubungan antara Piala Dunia dan pasar saham itu lebih ke korelasi lemah atau pola historis yang campur aduk, bukan sebab-akibat yang kuat. Jadi, jangan langsung panik jual saham cuma gara-gara World Cup, ya!
Kondisi per awal Juni 2026, emang banyak pasar saham dan aset lagi kena tekanan.
Contohnya:
- Hang Seng turun 2,3% di Mei 2026 dan 0,88% di pekan pertama Juni 2026.
- Shanghai Indeks turun 1,06% di Mei 2026 dan 1% di pekan pertama Juni 2026.
- S&P 500 turun 2,59% di pekan pertama Juni 2026.
- Bitcoin anjlok 3,76% di Mei 2026 dan makin parah 14,34% di pekan pertama Juni 2026.
- IHSG kita paling dalam, minus 11,92% di Mei 2026 dan 12,89% di pekan pertama Juni 2026.
- Cuma Nikkei doang yang masih ijo di Mei dan awal Juni 2026.
Tapi, penting diingat, penurunan ini bisa jadi juga dipicu oleh sentimen makro ekonomi global atau faktor lain yang kebetulan banget barengan sama Piala Dunia. Jadi, tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi ya, Bro Sis!

