Kinerja Gak Kaleng-Kaleng! Laba Bersih BMRI Melejit, Yuk Intip Detailnya!
BMRI Gaspol: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Ekspektasi!
Bro, lu tau gak sih, Bank Mandiri (BMRI) lagi panen cuan nih! Laporan terbaru Mei 2026 nunjukkin laba bersih bank-only mereka nyentuh Rp5,3 Triliun. Ini bukan cuma naik 18% dari tahun lalu (YoY), tapi juga 18% dari bulan sebelumnya (MoM). Gokil, kan?
Total laba bersih bank-only selama lima bulan pertama 2026 udah nyampe Rp23,3 Triliun, alias naik 19% YoY. Angka ini udah 40% dari estimasi laba bersih konsolidasi 2026 versi konsensus pasar. Jauh lebih ngebut dibanding periode yang sama tahun lalu yang cuma 35%. Artinya, BMRI ini performanya di atas ekspektasi, lho!
Kenaikan laba ini bukan sulap, bukan sihir. Ada operasional yang solid banget di baliknya. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) mereka naik +14% YoY, plus beban provisi yang malah turun -16% YoY. Mantap!
Loan Growth BMRI: Ngebut Parah, Tapi Ada Tapinya…
Salah satu pendorong utama PPOP yang mantap itu ya dari Net Interest Income (NII) yang naik +10% YoY. Nah, NII ini sendiri didorong sama loan growth BMRI yang kenceng banget, mencapai +21% YoY per Mei 2026. Wah, para pengusaha pada semangat nih pinjam ke Mandiri!
Bahkan, kalau kita keluarin pinjaman jumbo ke PT Agrinas Pangan Nusantara sebesar Rp55 Triliun di Maret 2026, loan growth mereka masih di level +16% YoY per Mei. Meskipun harga minyak dunia sempat bikin deg-degan di April-Mei 2026, total kredit masih bisa tumbuh +3% dari posisi Maret 2026. Ini menunjukkan resiliensi BMRI di tengah gejolak.
Pendorong utama pertumbuhan pinjaman yang agresif ini jadi poin menarik buat kita bedah lebih lanjut nanti pas earnings call kuartal kedua 2026. Pasti seru!
BMRI Antisipasi Likuiditas Ketat: Strategi Pendanaan & Prospek ke Depan
Tapi nih, ada “tapi”-nya. Loan growth yang ngebut ini berpotensi sedikit melandai menjelang akhir tahun. Kenapa? Karena Bank Mandiri mulai agresif di sisi pendanaan, sob!
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) mereka di Mei 2026 tumbuh +4% MoM dan melonjak +22% YoY. Kenaikan DPK ini ditopang sama pertumbuhan CASA (Current Account Savings Account) dan Time Deposits.
Langkah ini kayaknya disiapin BMRI buat ngantisipasi kondisi likuiditas yang bakal lebih ketat, terutama di paruh kedua 2026 nanti. Tujuannya jelas: biar bisa ngerem potensi kenaikan Cost of Fund (CoF) dan otomatis menjaga Net Interest Margin (NIM) mereka di kuartal-kuartal selanjutnya. Jaga-jaga gitu, biar cuan tetap aman!
Selama lima bulan pertama 2026, NIM bank-only BMRI di level 4,3%, turun -30 bps YoY. Nah, dengan kondisi likuiditas yang ke depan diprediksi makin ketat, kita bisa perkirakan nih, pertumbuhan pinjaman BMRI bakal sedikit melambat. Wajar sih, biar lebih hati-hati dan sustain.

