Berita Korporasi

Harga Gas Industri Non-HGBT Dipangkas Habis! Peluang Cuannya Bikin PGAS Auto Ngegas?

Gaes, ada kabar gembira nih buat kamu yang main di sektor industri atau lagi ngulik saham PGAS. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru aja ngumumin harga gas alam cair (LNG) buat industri non-Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di wilayah Jawa Barat, Banten, sama DKI Jakarta dipangkas habis-habisan! Dari yang tadinya lebih dari US$20/MMBtu, sekarang cuma US$13/MMBtu.

Harga Gas Jadi Lebih Santuy, Industri Bisa Bernapas Lega

Bukan kaleng-kaleng, penurunan harga ini capai sekitar -37% dari harga sebelumnya yang di kisaran ~US$20,6/MMBtu. Jadi, lu bayangin aja, pengeluaran buat energi bisa langsung anjlok segitu banyak. Ini bukan sulap, bukan sihir, tapi hasil dari pemangkasan margin di sepanjang rantai pasok.

Gimana Kok Bisa Turun Harga?

Pemerintah berhasil memangkas margin mulai dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor hulu, bagian penerimaan negara, sampai margin PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di sektor hilir. Semuanya dipangkas biar harga gas lebih bersahabat sama industri, biar ekonomi kita makin ngegas!

Eh, tapi jangan salah paham ya. Skema HGBT yang US$6,5/MMBtu buat bahan baku dan US$7/MMBtu buat bahan bakar itu tetap jalan kok. Terus, buat gas pipa non-HGBT di Jawa Barat, pemerintah juga jamin harga jual di pelanggan gak bakal naik, rata-ratanya tetep di US$9,6/MMBtu. Jadi, aman sentosa!

Efek Domino ke Industri & Ekonomi: Selamatkan Pekerja, Bikin Investasi Ngegas!

Sebelumnya, harga gas emang lagi ‘naik daun’ banget karena produksi gas dari blok migas di Jawa Barat nurun. Alhasil, pasokan buat industri terpaksa pakai LNG dari Papua, Sulawesi, sama Kalimantan. Nah, ongkos kirim pake kapal plus biaya regasifikasi itu yang bikin harga melambung tinggi. Parahnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, sempat wanti-wanti potensi PHK massal sekitar ~55 ribu pekerja kalo harga gas gak segera dikendalikan. Ngeri gak tuh?

Gas Murah, Industri Keramik Siap Ngegas Lagi!

Tapi sekarang, senyum lebar bisa merekah lagi. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, bilang penurunan harga LNG ini bisa banget nekan porsi biaya gas industri keramik dari kisaran 50% jadi cuma 38-40% dari total biaya produksi. Ini angka yang lumayan banget, Bro!

Dengan kepastian pasokan dan harga gas yang lebih murah, industri keramik nasional siap ngegas lagi buat ekspansi. Proyeksi periode 2025-2029, mereka berpotensi nambah kapasitas produksi sekitar ~80 juta meter persegi, investasi Rp12 triliun, dan nyerap 6.000 tenaga kerja baru. Auto cuan, auto sejahtera!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x