Inspirasi Investasi

HEXA Anjlok di Kuartal Akhir 2025: Laba Kecolongan, Prospek Dividen Gimana Dong?

Gaes, pada kaget gak sih sama performa saham HEXA di full year 2025? Gimana enggak, setelah tiga bulan terakhir di kuartal empat malah rugi sampe US$2,6 juta! Padahal HEXA ini bukan kaleng-kaleng, lho. Mereka jualan dan sewain alat berat, plus servis aftersales kayak suku cadang sama perbaikan.

Kenapa Kinerja HEXA Bisa Loyo di 2025?

Secara total, kinerja HEXA di sepanjang 2025 emang bikin geleng-geleng kepala. Laba bersih mereka turun drastis 48,5% jadi cuma US$15,98 juta. Apa aja penyebabnya? Cekidot:

  • Pendapatan Turun Tipis, Beban Malah Naik! Pendapatan HEXA melorot 1,4% ke US$515 juta. Tapi anehnya, beban pokok pendapatan malah naik 3,1% jadi US$425 juta. Alhasil, laba kotor HEXA langsung nyungsep 18,29% jadi US$90,18 juta.
  • Beban Operasional Ikut Ngajak Naik. Belum cukup sampai situ, beban penjualan HEXA juga ikutan naik 2,9% ke US$28,93 juta. Ditambah beban umum administrasi yang naik 0,3% jadi US$34,54 juta. Komplit deh, laba usaha HEXA akhirnya anjlok 41,3% jadi US$27,65 juta.

Fokus Utama: Rugi di Kuartal Keempat 2025, Ada Apa Ini?

Nah, ini nih yang jadi sorotan utama: HEXA rugi US$2,6 juta khusus di tiga bulan terakhir 2025. Kenapa bisa begitu?

Penjualan Alat Berat Melempem, Margin Suku Cadang Ikut Anjlok

  • Segmen Penjualan Alat Berat Ambles. Tekanan terbesar datang dari penjualan alat berat, yang notabene porsi terbesar pendapatan mereka. Di kuartal empat 2025, penjualan alat berat HEXA turun 30,8% jadi US$69,73 juta. Lumayan bikin pusing, kan?
  • Margin Suku Cadang Terjun Bebas. Biasanya, margin keuntungan dari bisnis suku cadang HEXA bisa tembus 50%. Tapi di kuartal empat 2025, angkanya cuma 13,3%! Ini disebabkan adanya penyisihan penurunan nilai pasar persediaan suku cadang. Tercatat ada provisi sekitar US$902.000 untuk pos ini di kuartal terakhir 2025.

Intinya, di saat pendapatan turun, biaya operasional dan beban pokok pendapatan tidak ikutan turun secara signifikan. Makanya, HEXA gigit jari di kuartal akhir tahun buku 2025.

Aktivitas Tambang Melambat, Jadi Biang Keroknya?

Kuartal IV/2025 HEXA itu jatuhnya periode Januari-Maret (karena laporan keuangan mereka ngikutin tahun fiskal induknya di Jepang). Nah, di periode itu, ada apa sih? Jawabannya jelas:

RKAB Bikin Pusing Penambang, HEXA Kena Imbas

  • Pembatasan Produksi Batu Bara. HEXA itu kan salah satu pemain gede di sektor pertambangan, khususnya batu bara. Di awal 2026, aktivitas tambang batu bara dibatasi cuma 25% doang gara-gara proses revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) lagi jalan. Otomatis, pembelian suku cadang sama alat berat jadi ikutan seret.
  • Produksi Nikel Dipangkas. Udah gitu, akhir tahun lalu pemerintah juga mutusin buat motong produksi bijih nikel. Ini juga ikut mempengaruhi permintaan alat berat, lho.

Jadi, ya wajar kalau HEXA kena getahnya. Bisnis alat berat dan suku cadang itu kan erat banget sama aktivitas pertambangan. Kalau tambangnya slow down, HEXA auto ikutan slow down juga.

Gimana Prospek HEXA ke Depan? Kapan Bisa Rebound?

Supaya HEXA bisa bangkit lagi, ada beberapa skenario nih:

  • Kuota RKAB Diperbanyak. Kalau pemerintah nambah kuota produksi RKAB batu bara dan nikel di paruh kedua tahun ini, itu bisa jadi angin segar buat HEXA. Otomatis permintaan alat berat dan suku cadang naik lagi.
  • Tidak Ada Pemangkasan Produksi di 2027. Asumsi ini penting biar kinerja HEXA makin stabil dan bisa mencatatkan perbaikan keuangan.

Kalau skenario ini jalan, HEXA punya potensi buat membaik. Laba bersih mereka di 2026 atau 2027 bahkan bisa balik ke Rp500 per saham (atau lebih), apalagi kalau aktivitas tambang meningkat buat nyediain energi di tengah El Nino dan gelombang panas. Ini bisa jadi momen emas buat HEXA.

Harapan Dividen HEXA September 2026: Auto Ambyar atau Masih Ada Harapan?

Pertanyaan sejuta umat buat investor: gimana nasib dividen saham HEXA? Buat full year 2025, laba bersih per saham HEXA sekitar Rp313.

  • Potensi Dividen Normal: Dengan dividend payout ratio (DPR) di kisaran 70-75%, potensi dividen normalnya sekitar Rp219-Rp234 per saham. Jadi, dividend yield-nya (dengan harga per 1 Juli 2026) sekitar 5,1%-5,3%.
  • Cash HEXA Tebal, Tapi… HEXA sebenarnya punya cash dan setara cash sekitar Rp248 miliar, plus free cashflow (FCF) yang lumayan gede, Rp1,64 triliun. Jadi, secara finansial mereka sanggup sih bayar dividen sampai 100% dari laba.
  • Yield Tetap Kecil: Masalahnya, meskipun bayar 100% dari laba bersih, yield-nya cuma sekitar 7% doang. Tidak terlalu WOW, kan?

Jadi, apakah HEXA jadi gak menarik? Gak juga, gaes. Kalau lu bisa dapetin di area buy Rp3.800-Rp3.900 per saham dan yakin aktivitas tambang bakal naik di kuartal kedua dan lanjut di 2027, HEXA masih bisa jadi pilihan. Ini lebih ke investasi jangka menengah ke panjang, ya.

Buat yang ngejar kenaikan harga saham signifikan dalam waktu dekat, mungkin HEXA bukan prioritas utama lu. Tapi kalau lu nyari dividen yang konsisten, HEXA masih bisa dipertimbangkan, meskipun dividen tahun ini dari tahun buku 2025 mungkin gak terlalu gebyar-gebyar banget.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x