Kabar Pasar

Rating Kredit Indonesia ‘BBB’ Stabil dari S&P: Ekonomi Kita Emang Se-Solid Itu?

S&P Global Ratings, lembaga pemeringkat kredit dunia yang gak main-main, baru aja ngumumin kalo rating kredit Indonesia tetap di level ‘BBB’ buat jangka panjang dan ‘A-2’ buat jangka pendek. Yang paling bikin adem, outlook-nya tetep ‘stabil’ cuy! Ini artinya, di tengah gempuran ekonomi global yang kadang bikin jantungan, prospek finansial Indonesia masih dianggap aman sentosa. Seriusan, ini kabar baik yang patut kita perhatiin biar gak ketinggalan info penting.

Indonesia Tetap “BBB” Stabil: Apa Kata S&P Global Ratings?

Meskipun sempat ada isu pelemahan posisi fiskal dan eksternal gegara harga energi sama suku bunga yang lagi terbang, nilai tukar yang goyang, plus ketidakpastian kebijakan sama utang yang numpuk, S&P ngeliat ini cuma sifatnya sementara aja. Mereka optimis hal itu bisa diatasi, gengs. Caranya? Ada tiga pilar utama yang jadi penopang:

  • Kenaikan harga komoditas dunia yang bikin kantong negara makin tebel.
  • Pemangkasan belanja negara yang pas dan strategis.
  • Pengambilan kebijakan yang lebih stabil dan terarah dari pemerintah.

Kenapa S&P Pede Kasih Outlook ‘Stabil’?

S&P pede banget ngasih outlook ‘stabil’ karena mereka yakin pendapatan negara bakal terus pulih tahun ini. Devisa ekspor kita juga bakal tancap gas lagi, apalagi didukung sama harga komoditas yang lagi naik daun. Pemerintah kita juga lagi gercep nih, sentralisasi pengelolaan komoditas dan ngerem kebocoran di sektor ini, diharapkan bisa bikin penerimaan negara makin joss ke depannya. Apalagi kalo kebijakan makin jelas dan implementasinya makin top.

Ingat ya, S&P sebelumnya sempat agak ragu soal sentralisasi ekspor ini, tapi sekarang mereka udah beda pandang, lho. Plus, komitmen pemerintah buat jaga batas defisit APBN di bawah 3% dari PDB itu jadi jangkar kebijakan penting biar fiskal kita tetap sehat walafiat. Ini fix banget bikin investor makin nyaman.

Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Indonesia di Mata S&P

Secara keseluruhan, S&P ngeliat Indonesia punya prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang prudent (alias hati-hati tapi cerdas), dan beban utang yang relatif lebih enteng dibanding negara selevel kita. Mantap, kan?

Tapi ya, ada PR juga nih yang perlu kita kerjain bareng-bareng. Pendapatan per kapita kita masih dianggap biasa aja, basis pendapatan fiskal dan ekspor kita masih agak sempit, terus pasar keuangan domestik kita juga belum terlalu dalam dan beragam. Ini bikin biaya pengembalian utang pemerintah jadi agak berat. Jadi, poin-poin kekuatan tadi jadi ketahan dikit sama hal-hal ini. Intinya, kita tetep harus gaspol dan berbenah terus biar ekonomi Indonesia makin gacor!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x