Kabar Pasar

Harga Minyak Melonjak 2,65% Akibat Serangan Iran ke Israel

Harga minyak mentah Brent di pasar berjangka telah mengalami lonjakan yang signifikan, mencapai lebih dari 5% pada Rabu (2/10), sebelum akhirnya ditutup menguat sebesar 2,65% di level 75,5 dolar AS per barel. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar yang meningkat atas risiko gangguan pasokan terkait eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Iran meluncurkan serangan terbesarnya ke Israel pada Selasa (1/10), sebagai balasan atas gempuran Israel ke kelompok Hizbullah di Lebanon pada akhir pekan lalu.

Setelah serangan tersebut, pejabat anonim Israel menyatakan kepada Axios bahwa Israel berencana untuk meluncurkan serangan balasan, yang dapat mencakup penargetan fasilitas produksi minyak Iran dan lokasi strategis lainnya. Iran sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, dengan produksi mencapai 3,7 juta barel per hari pada Agustus 2024, yang berkontribusi sekitar 4% dari total produksi global.

Melihat sebelumnya, harga minyak Brent sempat melemah hingga sekitar 70 dolar AS per barel pada September 2024. Ini kebetulan terjadi bersamaan dengan pelemahan perekonomian global dan rencana OPEC untuk mengurangi pemangkasan produksi pada Desember 2024. OPEC sendiri memperkirakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak akan menurun dari 2,2 juta barel per hari pada 2024 menjadi 1,8 juta barel per hari pada 2025.

Kenaikan harga minyak ini memberikan sentimen positif pada saham emiten migas dan perusahaan pendukung migas, seperti MEDC (+8,95%), ENRG (+7,21%), WINS (+6,71%), ELSA (+6,99%), dan LEAD (+6,38%), yang semakin menguat pada Rabu (2/10).

Dalam jangka pendek, harga minyak akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, terutama jika kondisi semakin memanas. Sedangkan dalam jangka yang lebih panjang, prospek harga minyak akan bergantung pada seberapa berhasilnya paket stimulus yang dikucurkan pemerintah China untuk memulihkan ekonominya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan permintaan minyak, dibandingkan dengan potensi tambahan suplai dari rencana kenaikan produksi OPEC+.

Artikel ini telah rilis terlebih dahulu dalam Stockbit Commentary.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x