Berita Korporasi

Kinerja TLKM (TLKM) 2025: Laba Anjlok, Ada Apa di Baliknya? Gas Pahami!

TLKM ngumumin laporan keuangan 2025. Laba bersih 4Q25 anjlok ke Rp2 triliun (-57% YoY, -58% QoQ), bikin investor auto-melongo. FY25 total Rp17,8 triliun (-20% YoY), jelas di bawah ekspektasi konsensus. Tapi, santai! Gak semua berarti kiamat. Mari kita bedah biar gak cuma panik.

Apa Sih yang Bikin Laba TLKM Amblas?

Dua biang kerok utama laba bersih 4Q25 bikin pusing: beban depresiasi dan amortisasi melonjak (+27% YoY, +42% QoQ) akibat percepatan depresiasi aset; serta beban personel naik (+22% YoY, +16% QoQ) seiring program pensiun dini. Ini bikin beban operasional auto-naik, margin laba usaha nyusut ke 23,6% (vs. 27,2% di 2024). Namun, manajemen bilang kinerja 2025 sesuai guidance direvisi. Jadi, bukan kejutan buat internal.

Telkomsel Gas Terus, ARPU Makin Mantap!

Kalau Telkomsel (segmen B2C), ceritanya beda, kinerja makin moncer 4Q25. Pendapatan naik tipis 1,5% QoQ jadi Rp27,9 triliun. Yang bikin senyum: ARPU (Average Revenue Per User) makin naik, nyentuh Rp45 ribu (+3,6% QoQ), nunjukkin kompetisi harga di industri telekomunikasi mulai sehat. Pelanggan Telkomsel stabil di 156,1 juta, meski ada penurunan tipis. Manajemen pede ARPU masih punya ruang buat naik lagi. Gas terus!

Operasional Telkomsel Sempat Melambat? Eh, Ada Perubahan Kebijakan Akuntansi Lho!

Meski pendapatan Telkomsel naik, laba usahanya 4Q25 turun ke Rp5,2 triliun, margin laba usaha nyungsep ke 14,2%. Ini akibat kenaikan beban depresiasi, amortisasi, dan personel. Dari earnings call, TLKM mengubah kebijakan akuntansi: reklasifikasi dan perpendekan masa manfaat aset drop cable serta jaringan lain dari 25 tahun jadi 5-10 tahun. Tujuannya? Pembukuan akurat, sesuai standar industri, dan valuasi aset representatif buat spin-off ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia). Ini penyesuaian teknis.

Prospek ke Depan: Dividen Tetap Menarik & Aksi Korporasi Gaspol!

Buat investor, kabar dividen pasti ditunggu. Manajemen bilang, pembagian dividen tahun buku 2025 setidaknya akan sama dengan tahun buku 2024. Mantap jiwa!

TLKM juga gaspol buat streamlining bisnis. Udah tanda tangan perjanjian penjualan saham bersyarat AdMedika dan TelkoMedika (Maret 2026). Paling menarik, proses spin-off aset fiber ke Infranexia ditargetin rampung 3Q26. Bahkan, manajemen ngeksplor opsi masukin aset fiber BUMN lain. Gokil kan? Ini nunjukkin TLKM serius optimalkan aset dan struktur bisnis ke depan.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x