Berita Korporasi

HRUM – Ekspansi ke Bisnis Nikel: Apa Peluang yang Bisa Dimanfaatkan Investor?

PT Harum Energy Tbk (HRUM) telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam bisnis nikel mereka dalam beberapa tahun terakhir. Berkat langkah-langkah korporasi yang solid, HRUM kini semakin serius dalam mengembangkan segmen nikel sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Apa saja yang sudah dilakukan HRUM dan bagaimana prospeknya ke depan? Mari kita ulas secara mendalam.

Langkah Ekspansi HRUM ke Bisnis Nikel: Apa Dampaknya?

Sejak 2022, unit bisnis nikel HRUM mulai memberikan kontribusi nyata pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Kontribusi ini diprediksi akan terus meningkat seiring investasi lebih lanjut dari HRUM dan anak perusahaannya. Namun, selama proses restrukturisasi ini, HRUM sempat mengalami beberapa penyesuaian akuntansi yang mempengaruhi laba perusahaan, termasuk kerugian dari fair value adjustments akibat revaluasi aset.

Dengan restrukturisasi yang kini sebagian besar telah selesai, HRUM siap untuk mulai menunjukkan dampak sebenarnya dari bisnis nikel pada laba mereka. Seiring dengan ini, ada keyakinan bahwa pendapatan HRUM dari segmen nikel akan semakin signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Manajemen Operasi Nikel HRUM

Per Juni 2024, operasi nikel HRUM dikelola melalui dua anak perusahaan utama, yaitu HNP dan THN, yang memiliki mayoritas kepemilikan di beberapa perusahaan seperti IMI, WMI, POS, dan BSE. Ini merupakan langkah maju yang penting dibandingkan dengan struktur perusahaan pada Mei 2023, ketika beberapa kontributor kunci, seperti IMI dan WMI, belum dimiliki secara mayoritas oleh HRUM dan belum dikonsolidasikan dalam laporan keuangan perusahaan.

Aset Nikel Utama HRUM: Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Portofolio nikel HRUM saat ini terdiri dari empat aset utama:

  • PT Infei Metal Industry (IMI): IMI mengoperasikan smelter 2-line 60kVA RKEF dengan kapasitas produksi tahunan 200.000 ton dan mampu menghasilkan 28.000 ton nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) setiap tahunnya. Fasilitas ini sudah beroperasi penuh.
  • PT Westrong Metal Industry (WMI): WMI mengoperasikan smelter 4-line 60kVA RKEF dengan kapasitas produksi 400.000 ton per tahun dan mampu menghasilkan 56.000 ton nikel dalam bentuk nickel matte. Fasilitas ini juga sudah beroperasi penuh.
  • PT Position (POS): Tambang nikel laterit ini sedang dalam tahap pengembangan dan memiliki estimasi sumber daya sebesar 215 juta DMT. Operasi komersialnya dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga 2024.
  • PT Blue Sparking Industry (BSE): BSE sedang dalam pengembangan dan akan mengoperasikan fasilitas HPAL 3-line dengan kapasitas produksi tahunan 67.000 ton nikel dan 7.500 ton kobalt. Fasilitas ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Kinerja Nikel HRUM di Semester Pertama 2024

Pada semester pertama 2024, operasi nikel HRUM menghasilkan total 23.113 ton nikel dengan volume penjualan 22.383 ton. Harga jual rata-rata nikel yang dicapai perusahaan sebesar USD12.740 per ton, sementara biaya tunai per ton berada di angka USD10.932. Ini menghasilkan EBITDA segmen nikel sebesar USD40,5 juta, yang berkontribusi sekitar 24% dari total EBITDA HRUM sebesar USD166 juta.

Menariknya, pada kuartal kedua 2024, WMI mencatat peningkatan produksi dan penjualan nikel secara signifikan, dengan lebih dari 8.300 ton nikel berhasil terjual, dibandingkan penjualan awal sekitar 2.500 ton pada Maret 2024. Kinerja ini mengindikasikan bahwa segmen nikel akan semakin penting bagi portofolio bisnis HRUM yang terdiversifikasi ke depan.

Tindakan Korporasi Terbaru: Menguatkan Kemitraan Strategis

Salah satu langkah penting yang baru-baru ini diambil oleh HRUM adalah penerbitan Mandatory Convertible Notes (MCN) senilai USD412 juta kepada Ever Rising Limited, afiliasi dari Eternal Tsingshan Group asal Tiongkok. Melalui MCN ini, Ever Rising Limited akan memiliki 49% saham di portofolio nikel HRUM, sementara HRUM tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas sebesar 51%. Hasil dari penerbitan ini akan digunakan untuk mengurangi utang HRUM, khususnya untuk melunasi USD539 juta utang jatuh tempo.

Kemitraan ini memperkuat posisi HRUM dalam bisnis nikel dan membuka peluang pertumbuhan baru melalui sinergi dan alih teknologi dalam proses pengolahan dan pemasaran nikel.

Valuasi dan Rekomendasi: Apakah Masih Menarik?

Dalam penilaian kami, langkah-langkah korporasi terbaru HRUM menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan bisnis nikel mereka. Kami saat ini sedang meninjau ulang proyeksi untuk lebih mencerminkan potensi dari anak perusahaan nikel mereka, termasuk IMI dan WMI, serta kontribusi yang diharapkan dari tambang nikel POS.

Meskipun ada beberapa tantangan, seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok dan potensi sanksi dari Amerika Serikat dan Eropa yang dapat mempengaruhi permintaan dan harga nikel, kami tetap optimis bahwa segmen nikel HRUM akan lebih terlihat dalam laporan keuangan mereka mulai tahun 2025.

Kesimpulan: Bagaimana Masa Depan HRUM?

Dengan kemitraan strategis yang semakin solid dan peningkatan kinerja segmen nikel, HRUM menunjukkan prospek yang cerah untuk masa depan. Bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio dengan eksposur ke sektor energi dan mineral, HRUM bisa menjadi pilihan menarik. Namun, seperti biasa, risiko tetap ada, termasuk permintaan nikel yang lebih rendah dan penundaan dalam proyek pengembangan. Apa Anda siap untuk mengambil peluang ini?

Sumber analisis (((miraeasset.co.id)))

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x