Kinerja Keuangan BMRI & BBNI Januari 2026: Ngecek Laba Bank Mandiri dan BNI
BMRI: Laba Melaju, Tapi NIM Agak Nyantai Dulu?
Bos BMRI gercep banget di Januari 2026! Mereka berhasil ngantongin laba bersih bank only sebesar Rp4,7 Triliun. Ini artinya, laba mereka naik +16% dibanding tahun lalu (Year-on-Year alias YoY). Meski dibanding bulan sebelumnya (Month-on-Month alias MoM) turun 37%, angka ini udah setara 8,2% dari target konsensus 2026 lho, lebih baik dari realisasi 1M25 yang 7,1%.
Apa sih yang bikin labanya ngegas? Utamanya karena Net Interest Income (NII) naik +10% YoY. Ini sejalan dengan pertumbuhan kredit yang gila-gilaan, mencapai +16% YoY! Terus, biaya operasional (opex) mereka juga lebih kalem, cuma naik +5% YoY, plus beban provisi turun 22% YoY. Mantul gak tuh?
Manajemen BMRI emang udah bilang kalau kenaikan opex bakal normal di level rendah. Nah, ini sejalan sama guidance 2026F mereka. Tapi, ada yang perlu lu perhatiin nih: Net Interest Margin (NIM) BMRI turun ke 4,4%. Angka ini sedikit di bawah Januari 2025 dan guidance 2026 mereka. Eits, tapi jangan panik dulu! NIM yang agak rendah ini dikompensasi sama Cost of Credit (CoC) yang lebih baik dari ekspektasi Januari 2025 maupun guidance 2026. Alhasil, pertumbuhan laba bersihnya tetep seimbang sama pertumbuhan kredit.
Giliran BBNI: Laba Santuy, Provisi Bikin Kaget?
Gimana kabar Bank BNI (BBNI)? Mereka juga udah laparin laba bersih bank only sebesar Rp1,7 Triliun di Januari 2026. Pertumbuhannya +3% YoY dan turun tipis 2% MoM. Angka ini nyumbang 7,7% dari estimasi konsensus 2026. Sedikit di bawah realisasi 1M25 sih (8,1%), tapi tetep on track.
Sayangnya, laba bersih BBNI ini agak ketahan sama beban provisi yang tiba-tiba melesat +52% YoY. Padahal, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) mereka udah naik +14% YoY jadi Rp2,8 Triliun. Kenaikan PPOP ini didorong banget sama Non-Interest Income (+18% YoY) dan Net Interest Income (+17% YoY), barengan sama pertumbuhan kredit yang ngebut +19% YoY per Januari 2026. Wah, kreditnya gaspol juga nih!
Sama kayak BMRI, NIM BBNI juga tercatat sedikit lebih rendah, di level 3,7% (vs. Januari 2025: 3,9%). Tapi, ini masih sesuai guidance manajemen 2026F kok. Nah, soal lonjakan beban provisi, ini emang melanjutkan tren dari Q4 2025 yang beban provisi konsolidasinya naik +67% YoY. Manajemen BBNI emang lagi prudent banget dalam nentuin level provisi mereka. Hasilnya, CoC BBNI di Januari 2026 ada di level 1,1%, dan ini juga sesuai dengan target yang udah dikasih manajemen.
Gimana, Tetap Menarik Buat Investor?
Jadi, dari data di atas, kelihatan kan kalau kedua bank pelat merah ini punya strategi masing-masing buat ngejar cuan di 2026. BMRI dengan laba yang ngegas meski NIM agak santuy, sementara BBNI dengan PPOP yang solid tapi terbebani provisi prudent. Yang jelas, kinerja awal tahun ini ngasih gambaran menarik buat kita para investor! Tetap pantau terus ya, biar gak ketinggalan info cuan lainnya!

