Kabar Pasar

Rupiah Goyang Kena Hantaman Minyak, APBN RI Aman?

Rupiah Loyo, Dihantam Harga Minyak Ngamuk!

Duh, Rupiah kita sempat klepek-klepek nih lawan Dolar AS! Pada 9 Maret pagi, nilainya anjlok ke Rp17.015, sebelum akhirnya sedikit pulih dan ditutup di Rp16.945. Penyebab utamanya? Ya, si minyak brutal! Konflik AS-Iran bikin harga minyak dunia melonjak gila-gilaan, dan ini bikin Indonesia yang statusnya net importir minyak jadi dag dig dug mikirin defisit fiskal.

Harga minyak Brent bahkan sempat terbang tinggi +28,9% ke US$119,5/barrel intraday, sebuah rekor baru sejak 30 Juni 2022! Meski sorenya sedikit kalem di US$102,6/barrel, angka segitu jauh banget di atas asumsi makroekonomi APBN 2026 yang cuma US$70/barrel. Jomplang abis, kan? Ini jelas jadi lampu kuning buat keuangan negara.

APBN Goyang? Pemerintah Siap Pasang Badan!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, udah ngasih kode pekan lalu. Katanya, kalau harga minyak betah di kisaran US$90-92/barrel tanpa ada gercep penyesuaian anggaran, APBN 2026 bisa defisit hingga 3,6% dari PDB. Angka ini lebih dari batas aman 3% yang diatur undang-undang, gawat!

Tapi tenang aja, Purbaya pada hari yang sama bilang, pemerintah siap pasang badan buat nahan guncangan harga minyak ini pake APBN. Alokasi anggaran untuk subsidi BBM bakal digas kalau harga minyak masih ngamuk terus. Pemerintah bakal menilai situasi dalam sebulan ke depan buat ngerumusin strategi jitu selanjutnya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga udah bilang, pasokan bahan bakar di Indonesia aman dan belum ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi setidaknya sampai Idulfitri. Jadi, Lebaran aman sentosa!

Bongkar Lebih Dalam: Kondisi Fiskal RI

Selain minyak, kondisi fiskal Indonesia secara umum juga jadi PR buat Rupiah. Kementerian Keuangan mencatat, per akhir Februari 2026, APBN udah defisit Rp135,7 Triliun atau 0,53% dari PDB. Angka ini naik signifikan dibanding Februari 2025 yang cuma defisit 0,13%. Defisit keseimbangan primer juga tembus Rp35,9 Triliun.

Kenapa bisa gitu? Gampangannya, belanja negara kita ngebut abis +41,9% YoY jadi Rp493,8 Triliun. Meskipun pendapatan negara juga naik +13% YoY ke Rp358 Triliun (penerimaan pajak kita mantap +30,5% YoY), kenaikan belanja negara yang lebih gede bikin neraca keuangan jadi tekor.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x