BBRI: Potensi Final Dividen 5,8%, Cek Dulu Kinerja Terbarunya!
Gaes, buat lu yang pegang saham BBRI atau lagi ngelirik, ada info penting nih! PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. lagi mengusulkan pembayaran dividen gede buat tahun buku 2025. Konon, final dividennya bisa bikin kantong lu makin tebel. Tapi, gimana juga sih performa laba bank plat merah ini?
Dividen Final BBRI: Potensi Cuan Gede di RUPST!
Bank Rakyat Indonesia mengusulkan total dividen untuk tahun buku 2025 setidaknya mencapai ~Rp52 triliun. Angka ini mantul banget, setara dengan dividend payout ratio sekitar 92%! Kalo dibandingin tahun sebelumnya yang 86%, ini jelas naik dan bikin investor senyum lebar.
Keputusan finalnya bakal dibahas di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 10 April 2026 nanti. Dari usulan itu, dividen finalnya diindikasikan minimal Rp206,4 per saham. Kalo kita itung-itung pakai harga saham BBRI waktu penutupan bursa Rabu (25/3) di Rp3.540 per lembar, yield dividen finalnya bisa nyentuh ~5,8%! Lumayan banget kan buat tambahan jajan?
Sebelumnya, BBRI juga udah bagi dividen interim Rp137 per saham di Januari 2026. Jadi, ini bakal jadi “gajian” kedua dari bank rakyat ini.
Bedah Kinerja Laba BBRI: Lolos Uji Atau Bikin Mikir?
Nah, selain dividen, kita juga perlu intip performa keuangannya. BBRI mencatat laba bersih (bank only) Rp4 triliun di Februari 2026. Angka ini memang turun -13% YoY, tapi ada kenaikan +8% MoM. Penurunan YoY ini perlu dicermati, tapi MoM-nya nunjukin ada perbaikan.
Secara kumulatif, laba bersih (bank only) selama dua bulan pertama (2M26) mencapai Rp7,7 triliun. Ini naik signifikan +17% YoY lho! Angka ini juga setara 12,8% dari estimasi konsensus laba konsolidasi full tahun 2026. Kerennya lagi, persentase ini lebih tinggi dibanding realisasi 2M25 yang cuma 11,7% dari laba konsolidasi 2025.
Apa sih yang bikin laba bersih tahunan naik di 2M26? Ternyata, pendorong utamanya adalah beban provisi yang lebih rendah -16% YoY. Ini karena ada efek high-base dari provisi yang tinggi di awal tahun 2025. Jadi, bukan berarti profitabilitas utama anjlok ya, cuma perbandingan historisnya aja.
Di sisi operasional, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) memang terpantau turun, sekitar -9% YoY di Februari 2026 dan -2% YoY di 2M26. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan di Non-Interest Income atau pendapatan non-bunga. Tapi, dengan provisi yang lebih rendah, laba bersihnya tetep bisa tumbuh.
Jadi, Gimana Prospek BBRI?
Dengan potensi dividen yang menarik dan kinerja laba yang masih tumbuh positif secara kumulatif, BBRI bisa jadi pilihan buat lu yang cari saham dividen. Namun, seperti investasi lainnya, tetap riset mendalam ya gaes!

