Berita Korporasi

ISAT Nge-Gaspol! Skema Investasi Aset Fiber Berubah, NewCo Kini Privat!

Punya saham ISAT atau lagi ngincer? Ada info penting nih dari Indosat Ooredoo Hutchison! Bersama anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, dan investor kece PT Ainfrastruktur Indonesia Raya, ISAT baru aja mengumumkan revisi skema investasi aset fiber mereka. Perubahan ini lumayan signifikan lho, terutama buat masa depan jaringan fiber optik mereka. Yuk, kita bedah!

Amandemen Penting: NewCo Batal Go Public, Fokus di Internal!

Perubahan paling mencolok ada di status NewCo, perusahaan yang nantinya bakal mengakuisisi perusahaan target dengan aset fiber. Dulu, rencananya NewCo ini bakal jadi perusahaan terbuka alias go public. Tapi sekarang, skemanya berubah total! NewCo kini diputuskan menjadi perusahaan tertutup.

Apa dampaknya? Ini bisa bikin proses pengambilan keputusan jadi lebih sat-set dan fleksibel, tanpa harus pusing sama regulasi pasar modal yang ketat buat perusahaan terbuka. Jadi, strategi ISAT buat ekspansi jaringan fiber bisa lebih gampang diimplementasikan.

Modal Nggak Pake Rights Issue, Langsung Gas Lewat Utang dan Setoran Tunai

Selain status NewCo, cara pendanaan komponen tunai untuk akuisisi aset juga ikut berubah. Awalnya, dana tunai ini direncanakan lewat rights issue alias penawaran umum terbatas saham baru dari NewCo. Sekarang? Mekanismenya lebih simpel dan langsung!

Pendanaan bakal lewat utang, inbreng (penyetoran modal non-tunai), atau setoran tunai langsung tanpa perlu ribet dengan mekanisme rights issue. Ini bisa jadi sinyal kalau mereka pengen prosesnya lebih cepat dan efisien.

Struktur Kepemilikan Tetap Solid

Meskipun ada revisi di skema dan pendanaan, lu gak perlu khawatir soal struktur kepemilikan. Pada akhirnya, ISAT, Lintasarta, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya tetap akan jadi pemegang saham langsung di NewCo. NewCo inilah yang nantinya akan memegang saham mayoritas di perusahaan target. Jadi, kontrol atas investasi fiber optik ini tetap di tangan para pemain utamanya.

Detail nilai transaksi dan porsi kepemilikan masing-masing pihak di NewCo memang belum dirinci. Tapi, ini adalah langkah konkret ISAT untuk memperkuat infrastruktur jaringan fiber mereka di Indonesia.

Dividen ISAT 2025: Nggak Cuma Investasi, Cuan Juga Menggoda!

Selain berita soal aset fiber, ada kabar gembira buat para pemegang saham ISAT. Dalam keterbukaan informasi terpisah, ISAT berencana membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp111 per saham! Ini setara dengan sekitar 65% dividend payout ratio (DPR), naik dari tahun 2024 yang sekitar 55%. Mantap kan?

Dengan harga saham per Kamis (7/5), dividend yield ISAT ini diperkirakan mencapai sekitar 5,2%. Ini jelas jadi angin segar buat lu yang nyari investasi dengan potensi passive income yang oke. Jadi, selain nge-gas di pengembangan infrastruktur, ISAT juga royal sama pemegang sahamnya. Goks!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x