Kabar Pasar

BI Rate Naik Lagi: Jurus Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah dan Guncangan Global!

Bank Indonesia hari ini (18/6) resmi naikin suku bunga acuan alias BI Rate sebesar 25 bps jadi 5,75%. Gak cuma itu, fasilitas lending sama deposit juga ikutan naik 25 bps, masing-masing ke 6,5% dan 4,75%. Ini artinya, dalam sebulan terakhir, BI udah naikin BI Rate total 100 bps, gais! Tujuannya jelas, buat ngeredam gonjang-ganjing nilai tukar Rupiah yang belakangan ini agak loyo di hadapan Dolar AS.

Strategi Gak Kaleng-Kaleng BI Jaga Rupiah Stabil

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, udah all-out banget bilang siap jaga stabilitas Rupiah di tengah gejolak global yang lagi panas-panasnya. Selain naikin suku bunga, BI juga ngeluarin beberapa kebijakan baru yang wajib kita tau:

  • Buka Lelang Repo Lagi: BI buka lagi lelang instrumen repurchase agreement (repo) dengan tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan. Ini buat mastiin likuiditas pasar uang dan perbankan tetep oke, dengan target pertumbuhan uang primer di atas +10%. Mantap!
  • Insentif Hedging Swap Buat Investor Asing: Ada insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10% buat investor asing. Ini biar makin banyak investor luar negeri yang tertarik masuk, sekaligus ngimbangin beban yang mereka tanggung selama ini.
  • RPLN Bank Dinaikin: Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) naik dari 35% jadi 40% terhadap modal bank, efektif per 1 Juli 2026. Ini bisa jadi angin segar buat perbankan kita.
  • Threshold Beli Valas Tanpa Underlying Dibatasi: Nah, ini penting! Batas maksimal beli tunai valuta asing pake Rupiah tanpa perlu dokumen pendukung, turun drastis dari US$25.000/bulan jadi US$10.000/bulan, mulai 1 Juli 2026. BI bilang, ini bikin 98,1% transaksi valas butuh dokumen, dan dokumennya gak bisa dipake berkali-kali. BI juga bakal mantau langsung ke bank-bank. Jadi makin ketat pengawasannya, biar gak ada yang nakal!

The Fed Bikin Deg-degan? Proyeksi Suku Bunga AS Hawkish

Kenaikan BI Rate ini kejadian pas The Fed (bank sentral AS) ngasih sinyal hawkish banget di pertemuan mereka hari Rabu (17/6) waktu setempat. Meski The Fed tetep nahan suku bunga acuannya di 3,5–3,75% (sesuai ekspektasi), para pejabatnya kini memperkirakan bakal ada kenaikan 1x sebesar 25 bps ke 3,75–4% sampai akhir 2026. Beda jauh kan sama proyeksi Maret 2026 yang justru bilang bakal ada pemotongan 1x!

Kevin Warsh dan Wajah Baru The Fed

Yang bikin kagetnya lagi, kepala baru The Fed, Kevin Warsh, gak ikutan voting proyeksi di dot plot itu. Warsh sendiri udah ngumumin bakal nge-review total cara kerja The Fed. Mulai dari manajemen neraca, kerangka inflasi, pengumpulan data ekonomi, sampai metode komunikasi publik. Dia pengen The Fed lebih sederhana dalam komunikasi kebijakan dan ngilangin forward guidance. Mirip era Alan Greenspan, biar pasar keuangan bisa gerak mandiri tanpa terlalu banyak ‘sinyal’ atau intervensi dari bank sentral. Keren kan?

Reaksi Pasar: Dolar Menguat, Rupiah Mangkus!

Pasca keputusan suku bunga ini, indeks Dolar AS (DXY) langsung naik +0,7% ke level 100,8 per Kamis (18/6). Tapi nih, Rupiah kita justru nunjukkin taringnya! Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat +0,16% ke level 17.710 di penutupan hari ini, padahal sempat anjlok -0,7% ke 17.862 selama intraday. Fix banget, jurus BI ada hasilnya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x