Inspirasi Investasi

Hiruk Pikuk Transaksi Saham Juni 2026: Siapa Borong, Siapa Buang Barang Gila-Gilaan?

Juni 2026 kemarin, pasar saham Indonesia bener-bener rame banget, guys! Banyak transaksi jumbo terjadi, bikin pergerakan kepemilikan saham pada beberapa emiten jadi sorotan. Para investor kakap, mulai dari institusi sampai individu, pada gercep akumulasi atau distribusi saham. Penasaran saham apa aja yang jadi primadona dan mana aja yang dilepas? Yuk, kita bedah data dari KSEI biar kamu nggak ketinggalan info!

Saham yang Paling Banyak Diborong Investor di Juni 2026

Berdasarkan data KSEI per akhir Juni 2026, ada tiga saham yang mencatat aksi borong paling gede. Cekidot:

ARCI: Digas Rajawali Kapital Emas, Investor Asing Ikutan!

Saham ARCI jadi salah satu yang paling banyak diakumulasi. Gila-gilaan! Kepemilikan PT Rajawali Kapital Emas di ARCI naik drastis jadi 83,65% dari yang sebelumnya cuma 17,85%. Tapi, ini semacam “pindah barang” aja, karena si penjualnya itu masih satu entitas sama, yaitu Rajawali Corpora. Harga transaksi mereka dikabarkan di Rp1.100 per saham.

Nggak cuma itu, CGS Internasional Sekuritas Indonesia juga ikutan beli 36 juta lembar saham ARCI sepanjang Juni 2026. Bahkan, Pemerintah Norwegia (Government of Norway) nggak mau kalah, ikutan nampung 4,55 juta lembar saham ARCI. Menariknya, Basis Utama Prima, entitas punya Hapsoro, tiba-tiba udah nggak nongol lagi di daftar pemegang saham di atas 1% di ARCI. Kemana nih?

AIMS: Pengendali Nambah Porsi, Investor Individual Ikut Nyolek!

Saham AIMS juga jadi target borongan. PT Aims Indo Investama nambah kepemilikan sampai 6,27 juta lembar saham, bikin porsinya naik jadi 34,01% dari 31,16% di periode yang sama tahun sebelumnya. FYI, Aims Indo Investama ini emang pengendali utamanya AIMS, dan mereka dikenal sering banget jual-beli saham perusahaan sendiri.

Selain si pengendali, ada juga investor individu yang ikutan. Abel Ignatius Aurey beli 160.000 lembar, bikin kepemilikannya jadi 2,2%. Hadi Wijaya juga nggak mau ketinggalan, beli 190.000 lembar dan porsinya jadi 1,15%. Eits, tapi si Joni, investor individu yang sering ikut aksi korporasi, malah jual 4.100 lembar. Tapi, porsi kepemilikannya nggak banyak berubah sih.

APIC: Pemegang Saham Baru Berdatangan, Ada Apa Nih?

Saham APIC juga kena aksi borong jumbo oleh PT Tirta Citra Solusi sebanyak 132 juta lembar. Ini bikin porsi Tirta Citra Solusi naik signifikan jadi 4,51%. Padahal, Tirta Citra Solusi ini bukan entitas yang ditunjuk sebagai pengendali lho. Jadi, ada apa gerangan?

Nggak cuma Tirta Citra Solusi, beberapa pemegang saham baru dengan porsi cukup gede juga bermunculan: PT Astana Berkat Indonesia pegang 4,92%, PT Zed Utama Persada pegang 4,56%, PT Askar Pelangi Abadi pegang 3,6%, dan PT Arima Karya Persada pegang 3,52%. Sementara itu, Banquet Pictet and Cie Sa malah jual 539.600 lembar, bikin porsinya sisa 3,28%. PT Bara Sejahtera Sukses juga buang 287 juta lembar, kepemilikannya langsung susut jadi 1,49% dari 3,93% di bulan sebelumnya.

Deretan Saham yang Paling Banyak Dilepas di Juni 2026

Selain yang diborong, ada juga saham-saham yang jadi target aksi jual gila-gilaan. Siapa aja sih yang buang barang?

APIC: Antara Diborong dan Dilepas, Fenomena Unik!

Yup, saham APIC yang tadi jadi salah satu top borongan, ternyata juga masuk daftar penjualan terbesar. Ini karena aksi PT Bara Sejahtera Sukses yang melepas 287 juta lembar saham perseroan. Jadi, APIC ini punya cerita dobel di bulan Juni, diborong sekaligus juga dibuang!

AMFG: Rodamas Jual Tapi “Pindah Barang”?

Saham AMFG juga jadi target penjualan jumbo. PT Rodamas melepas 8,41 juta lembar, bikin porsi kepemilikannya turun jadi 39,69% dari 41,63% di tahun sebelumnya. Tapi, kayak kasus ARCI, transaksi jual Rodamas ini bisa dibilang “pindah barang” juga. Kok bisa? Karena ada nama Rodamas juga yang justru beli sebagian modal yang dijual. Rodamas sendiri adalah salah satu pengendali AMFG bareng AGC Inc.

Di sisi lain, ada dua pihak yang justru beli saham AMFG: Andy Tanujaya nambah 30.000 lembar (porsi 1,74%) dan Liem Tjen Hung beli 54.100 lembar (total 1,52%).

ALDO: Big Player Lepas, Tapi Ada Investor Lain yang Nampung!

Saham ALDO juga kena buang paling banyak ketiga. Very Budiawan melepas 10,9 juta lot, bikin porsi kepemilikannya di ALDO jadi 3,38% dari 3,79% bulan sebelumnya.

Nggak cuma Very Budiawan, PT Ardana Investama Indonesia juga jual 7,87 juta lembar saham ALDO, sehingga porsinya jadi 2,91% dari 3,2%. Eddy Yusuf juga ikutan jual 30.000 lembar, bikin porsinya jadi 1,05% dari 1,06%. Tapi, meskipun ada aksi jual jumbo, ada juga pembelian gede: Dadang Kurniawan Wikara beli 19,14 juta lembar, bikin dia punya 4,3% saham ALDO dari sebelumnya 3,59%.

Insight Cepat: Adu Ekspansi Grup Sinarmas dan Grup Arsari di Sektor Jaringan Telko dan Data Center

Selain pergerakan saham individu, Juni 2026 juga jadi saksi gimana saham DSSA milik Grup Sinarmas lagi ngebut banget konsolidasi aset di sektor telekomunikasi, fokusnya di perseroan. Di sisi lain, Grup Arsari baru aja akuisisi sebagian aset fiber optik dari ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison). Dua grup besar ini lagi adu ekspansi nih di jaringan telko dan data center. Siapa yang lebih punya “taji” dan menarik buat investor? Kita pantau terus ya!

Siapa Aktor di Balik Akumulasi Jumbo Saham?

Selain pergerakan di saham-saham tertentu, ada juga investor besar yang secara aktif borong beberapa saham sekaligus. Ini dia daftarnya:

Samuel Sekuritas Indonesia: Borong Miliar Lembar di Berbagai Emiten!

PT Samuel Sekuritas Indonesia, sebagai perusahaan sekuritas, tercatat melakukan akumulasi total 7,019 miliar lembar saham untuk 4 emiten yang berbeda. Nggak kaleng-kaleng!

  • NSSS: Dibeli sebanyak 5,36 miliar lembar, porsi kepemilikan naik jadi 41,58%. NSSS ini emang dikuasai Grup Samuel.
  • BKSL: Dibeli sebanyak 1,24 miliar lembar, porsi kepemilikan jadi 5,65%.
  • FILM: Dibeli sebanyak 336 juta lembar, porsi kepemilikan jadi 14,34%.
  • RLCO: Dibeli sebanyak 72,11 juta lembar, porsi kepemilikan jadi 5,94%.

KB Valbury Sekuritas: Aksi Borong di Emiten Unggulan

KB Valbury Sekuritas juga nggak mau ketinggalan, total beli 1 miliar lembar saham dari 3 emiten:

  • BIPI: Dibeli sebanyak 900 juta lembar, kepemilikan naik jadi 4,08%.
  • BULL: Dibeli sebanyak 80 juta lembar, kepemilikan naik jadi 2,45%.
  • ENRG: Dibeli sebanyak 38,95 juta lembar, kepemilikan naik jadi 1,39%.

Selain itu, KB Valbury juga pegang saham VKTR dengan 2,86% dan DEWA dengan 1,16%.

Maybank Sekuritas Indonesia: Koleksi Saham Potensial

Maybank Sekuritas Indonesia juga aktif, beli sekitar 544 juta lembar untuk 4 saham:

  • BRMS: Dibeli sebanyak 542 juta lembar, porsi kepemilikan jadi 3,64%.
  • DEWA: Dibeli 1,16 juta lembar, porsi kepemilikan stabil di 1,39%.
  • AMMN: Dibeli sebanyak 920.100 lembar, porsi kepemilikan tetap 1,35%.
  • ENRG: Dibeli 344.500 lembar, porsi kepemilikan jadi 7,22%.

Maybank Sekuritas juga punya saham lain kayak ASRI, DGWG, SMIL, dan BMTR.

Investor Kelas Kakap yang Mendistribusikan Sahamnya

Nggak cuma borong, para investor institusi juga ada yang melakukan aksi jual besar-besaran. Siapa aja mereka?

Trukindo Persada Sejahtera: Lepas Jumbo di BIPI dan BULL

PT Trukindo Persada Sejahtera tercatat jual total 1,038 miliar lembar saham untuk dua emiten:

  • BIPI: Jual 940 juta lembar, porsi kepemilikan sisa 3,52%.
  • BULL: Jual 97 juta lembar, kepemilikannya sisa 3,35%.

Selain BIPI dan BULL, Trukindo juga pegang saham EURO (9,37%), ITMA (6,55%), dan OASA (1,88%).

Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM): Aksi Jual di BNBR dan ESSA

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) juga nggak ketinggalan, jual 1,03 miliar lembar saham untuk 2 emiten:

  • BNBR: Jual 1 miliar lembar, porsi kepemilikan jadi 1,14%.
  • ESSA: Jual 36,7 juta lembar, porsi kepemilikan jadi 3,78%.

Trimegah juga punya banyak saham lain lho, beberapa di antaranya IMAS (15,22%), ENRG (11,8%), ALTO (9,62%), GOLD (8,04%), BRMS (4,3%), IMPC (3,4%), BINA (3,26%), BALI (2,9%), CARS (2,9%), DOID (2,8%), LIVE (1,61%), RSGK (1,53%), dan MMIX (1,46%).

CGS Internasional Securities Singapore Ltd: Jual Porsi Mayoritas

CGS Internasional Securities Singapore Ltd juga ikutan buang barang, total 907 juta lembar dari 3 saham:

  • DILD: Jual 904 juta lembar, porsi kepemilikan jadi 1,47%.
  • CPRO: Jual 1,93 juta lembar, sisa 4,67%.
  • MARK: Jual 400.000 lembar, sisa 4,79%.

CGS juga punya banyak banget saham lain di portofolionya, seperti SQMI (22,48%), INPP (7,8%), MDLN (6,59%), PURA (6,29%), CBUT (4,9%), SRAJ (4,9%), INPC (4,7%), MAYA (4,59%), WINS (4,58%), BUDI (4,53%), KAYU (4,05%), TBLA (3,73%), SSMS (3,49%), FORE (2,98%), SMLE (2,78%), EXCL (2,5%), LUCK (2,24%), DUCK (2,01%), RAAM (1,74%), WBSA (1,19%), dan GOTO (1,11%).

Pergerakan saham di bulan Juni 2026 ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik, ada yang borong gila-gilaan, ada juga yang melepas kepemilikan. Penting banget buat kamu pantau terus pergerakan para investor kelas kakap ini ya, biar nggak ketinggalan momen! Untuk data detail yang sudah kami olah, kamu bisa akses di platform kami.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x