Kabar Pasar

OPEC+ Gaspol Produksi Minyak! Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Mau Ke Mana?

Kabar gokil datang dari dunia perminyakan! OPEC+ di Minggu (5/7) resmi nambah target produksi minyak mereka. Angkanya lumayan, 188.000 barel per hari (bpd), mulai Agustus 2026. Ini udah yang kelima kali berturut-turut lho, artinya mereka serius mau genjot pasokan minyak global. Kenapa sih mendadak gercep gini? Ternyata, Selat Hormuz udah dibuka lagi!

Selat Hormuz Pulih, Pasokan Minyak Global Auto Naik!

Yep, bener banget. Pemulihan ekspor minyak via Selat Hormuz mulai kerasa. Ini efek dari MoU damai AS dan Iran tanggal 17 Juni 2026 yang bikin jalur vital ini bisa dilewati lagi. Otomatis, negara-negara penghasil minyak di Teluk yang sebelumnya nyimpen stok karena Selat Hormuz tutup, sekarang bisa gaspol lagi.

Produksi OPEC Melejit, Kilang Minyak Langsung Gercep

Survei Reuters nunjukkin, produksi minyak OPEC di Juni 2026 melonjak parah. Naik 3,3 juta bpd, jadi total 19,43 juta bpd! Ini karena sumur-sumur minyak di negara Teluk yang tadinya mati suri gara-gara tangki penyimpanan penuh, langsung dihidupin lagi. Mantap!

Pemulihan Nggak Instan, Tapi Optimis!

Meski udah dibuka, balik ke level normal nggak secepat kilat. Analisis Wood Mackenzie di 15 Juni 2026 bilang, butuh sekitar 3 bulan buat produksi minyak di sumur-sumur terdampak balik ke 70% level sebelum perang. Nah, kalo mau sampai 90%, perlu waktu sekitar 6 bulan. Gak instan, tapi progress-nya jelas.

Dampak Penutupan Selat Hormuz Bikin Pusing Dunia

Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz ini bikin pusing banget. Data International Energy Agency (IEA) nyebutin, produksi minyak global sempat anjlok lebih dari 14 juta bpd, atau setara 14% dari total permintaan minyak dunia! Gila, kan? Makanya, pembukaan ini krusial banget buat stabilitas pasokan minyak global.

Lalu Lintas Kapal Masih Santuy, Tensi Politik Sedikit Kencang

Walau udah dibuka, jangan bayangin Selat Hormuz langsung rame kayak pasar. Data MarineTraffic per 2 Juli 2026, cuma ada 38 kapal tanker yang lewat. Turun dari 48 kapal sehari sebelumnya, dan jauh banget dari rata-rata 130 kapal per hari sebelum perang AS-Iran. Artinya, para pelaku pasar masih agak ngeri-ngeri sedap.

Apalagi, Iran juga masih ngasih peringatan di Kamis (2/7) ke semua kapal tanker buat lewat jalur yang udah ditentuin kalo gak mau kena “tindakan tegas.” Jadi, tensi politiknya masih berasa tipis-tipis di sana. Investor minyak dan pelaku pasar energi harus tetep pantau terus nih situasinya. Kenaikan produksi OPEC+ bisa bikin harga minyak dunia bergerak, tapi stabilitas regional juga jadi kunci.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x