Berita Korporasi

Gaspol, PGAS (PGAS)! KSP Siap Gas Rem Birokrasi Proyek CBM Tanjung Enim

Tau dong, proyek gede biasanya suka nyangkut di urusan birokrasi? Nah, ini kabar gembira buat kamu yang naksir saham PGAS atau lagi mantau sektor energi. Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan langsung, ngejanjiin bakal ngebut beresin hambatan birokrasi biar proyek pemanfaatan gas Coalbed Methane (CBM) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, bisa segera masuk fase komersial. Ibaratnya, KSP jadi pembalap yang siap injak gaspol di trek birokrasi!

Gas CBM Tanjung Enim: Potensi Raksasa yang Hampir Jadi Cuan

Sebelumnya, proyek strategis PGAS ini memang agak ketahan sama urusan izin administratif lintas sektor. Mulai dari penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah sampai tetek bengek izin lain yang bikin pusing tujuh keliling. Kepala Staf Kepresidenan, Bapak Dudung Abdurachman, menegaskan kalau KSP serius kawal ini sampai tuntas. KSP mau pastikan ini proyek bisa mengatakan biar cepat cair.

Bayangin aja, potensi nilai dari pemanfaatan gas non-konvensional ini mencapai US$15,4 miliar. Angka segede itu bikin investor mana pun ngiler, kan? Ini bukan cuma soal duit, tapi juga masa depan energi domestik kita. Jadi, wajar kalau KSP ikut campur biar cepat kelar.

PGAS Punya Jurus Jitu: Dari Gas Tak Terjamah Jadi Sumber Cuan Baru

Direktur Utama PGAS, Arief K. Risdianto, bilang kalau pengembangan CBM di Tanjung Enim ini bakal jadi jalan tol buat monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik yang selama ini belum optimal. Selain itu, ini juga bisa jadi opsi diversifikasi pasokan gas domestik PGAS. Jadi, pasokan gas kita nggak cuma ngandelin yang konvensional doang, ada cadangan baru yang siap digarap.

Menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, potensi CBM di blok Tanjung Enim itu ngeri-ngeri sedap, lho! Mencapai 9,7 triliun kaki kubik (TCF) Original Gas In Place (OGIP). Angka segede ini nunjukkin betapa besarnya cadangan energi yang lagi menanti sentuhan komersial.

Manajemen PGAS sendiri udah nyiapin skema pemanfaatan gas bumi yang terintegrasi. Mereka memproyeksikan penyaluran gas non-konvensional ini bakal tumbuh bertahap, mulai dari 1 MMSCFD sampai puncaknya di 25 MMSCFD. Jadi, gasnya bakal disalurkan secara bertahap, tapi pasti dan terus meningkat.

Kabar Baik Buat Prospek PGAS ke Depan?

Dengan KSP yang ikut support, hambatan birokrasi diharapkan bisa teratasi lebih cepat. Ini tentu jadi angin segar buat PGAS yang punya potensi gede banget dari proyek CBM Tanjung Enim. Percepatan komersialisasi ini bisa jadi katalis positif buat kinerja PGAS ke depan, membuka keran pendapatan baru dari sumber gas non-konvensional yang selama ini terpendam.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x