BBTN Makin Panas, Laba Meledak 40%
Kinerja 1H26 cukup gacor. Laba bersih naik +40,8% YoY jadi Rp2,4 triliun.
Pendorong utamanya bukan karena pendapatan meledak, tapi karena biaya pencadangan kredit turun drastis -61,3%.
Artinya apa?
Masalah kredit yang dulu jadi beban mulai lebih terkendali.
Beberapa poin positif:
Kredit tumbuh +11,2% YoY jadi Rp418 triliun
CASA (dana murah) naik +6,5%
NPL turun dari 3,3% → 3,0%
Cost of Credit turun dari 2,0% → 0,7%
Yang menarik, BTN mulai mengurangi ketergantungan dari KPR subsidi dan mendorong kredit non-housing yang tumbuh sangat cepat.
Sekarang harga BBTN sekitar Rp1.260.
Beberapa analis kasih target sekitar Rp1.500 (potensi upside ±20%).
Tapi tetap ada risiko:
BI rate tinggi bisa tekan margin
Permintaan KPR bisa melambat
Repricing kredit bisa makan NIM
Jadi ceritanya bukan “BBTN pasti terbang”.
Tapi: “Apakah turnaround BTN sudah mulai terlihat?”

