Adaro Andalan Indonesia (AADI): Gaspol Divestasi Kestrel Coal, Cuan Gede Menanti!
Kaget? Pasti! Siapa sangka, AADI atau Adaro Andalan Indonesia, lagi-lagi bikin gebrakan di pasar! Kali ini, mereka lewat anak usahanya, Adaro Capital Limited, baru aja resmi meneken perjanjian buat divestasi alias lepas semua kepemilikan 47,99% saham dan waran mereka di Kestrel Coal Group Pty. Ltd. Buat lu yang belum tahu, Kestrel ini salah satu tambang batubara kokas premium di Australia lho!
Mega Proyek Yancoal, AADI Ikut Kecipratan!
Deal gede ini sebenarnya bagian dari rencana Yancoal Australia buat mengakuisisi 100% Kestrel Coal Group. Jadi, AADI kebetulan lagi hoki banget, bisa ikut meraup cuan dari transaksi yang nilainya nggak kaleng-kaleng ini.
Detail Transaksi yang Bikin Dompet Tebal
- Pembayaran Awal (Upfront Cash): Totalnya US$1,85 miliar buat Yancoal. Dari porsi ini, AADI bisa tembus sekitar US$888 juta. Gila nggak tuh? Ini duit segar langsung masuk kantong!
- Pembayaran Kontingen (Contingent Cash): Nah, ini yang bikin makin penasaran. Ada potensi tambahan cuan sampai US$550 juta, yang bakal cair selama 5 tahun ke depan. Tapi, ada syaratnya nih: harga batubara kokas Platts Premium Low Vol. Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) harus konsisten di atas US$225/ton. Kalo harga batubara cakep terus, AADI bisa dapet tambahan sekitar US$264 juta lagi! Total, AADI bisa sikat sampai ~US$1,2 miliar. Mantap jiwa!
Kenapa AADI Lepas Kestrel? Ada Strategi Jitu di Baliknya!
Pasti lu pada mikir, kok dilepas sih tambang batubara kokas yang harganya bisa selangit? Tenang, ini bukan blunder kok. Dari info yang ada, AADI jelasin kalo divestasi ini sengaja dilakukan buat mendukung strategi bisnis dan investasi perseroan ke depan. Mungkin mereka mau fokus ke lini bisnis lain, mengembangkan energi terbarukan, atau ekspansi yang lebih menjanjikan, siapa tahu kan?
Kontribusi Kestrel ke AADI Selama Ini?
Meski Kestrel ini aset berharga, ternyata kontribusinya ke laba bersih AADI di tahun 2025 cuma sekitar US$17,3 juta, atau cuma ~2% dari total laba bersih AADI. Jadi, dengan potensi duit segar ~US$1,2 miliar ini, AADI punya amunisi super besar buat “nge-gas” proyek-proyek lain yang lebih strategis.
Target Rampung Transaksi: Gas Terus Sampai 3Q26!
Yancoal Australia menargetkan transaksi ini bisa rampung di 3Q26. Jadi, dana segar ini bakal cair secara bertahap. Untuk bagian kontingennya, kita masih harus mantau harga batubara kokas dalam lima tahun ke depan. Semoga aja harganya terus terbang biar AADI makin kaya raya!
Gimana Masa Depan AADI Pasca-Divestasi Ini?
Dengan dana jumbo yang akan masuk, AADI punya fleksibilitas finansial yang luar biasa. Bisa buat bayar utang, pengembangan proyek-proyek baru yang lebih hijau, atau investasi di sektor-sektor baru yang lebih prospektif. Intinya, langkah ini menunjukkan AADI serius banget buat terus beradaptasi dan memperkuat posisinya di pasar. Kita tunggu aja gebrakan AADI selanjutnya ya!
Photo by: Stockbit

