BFIN: Bedah Kinerja Keuangan BFI Finance 2025, Profitnya Tetap On Track?
Gaes, lu udah pada cek belum nih laporan keuangan terbaru dari BFI Finance Indonesia (BFIN) buat tahun buku 2025? Kinerjanya bikin penasaran banget, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Yuk, kita bedah bareng biar makin paham.
Profit Bersih BFIN 2025: Gimana Hasilnya?
Kuartal keempat 2025, BFIN nyatetin profit bersih sebesar Rp415 miliar. Angka ini memang agak turun 8% dibanding tahun sebelumnya (YoY), tapi naik tipis 2% dari kuartal sebelumnya (QoQ). Jadi, secara total di tahun 2025, laba bersih BFIN tercatat Rp1,6 triliun, alias naik 1% secara YoY. Tapi, perlu dicatat nih, angka ini sedikit di bawah ekspektasi konsensus pasar, sekitar 96% dari estimasi mereka.
PPOP dan Pendapatan Bunga, Tetap Gaspol!
Meskipun laba bersihnya agak ketahan, ada satu metrik yang tetap ngegas, yaitu Pre-Provision Operating Profit (PPOP). PPOP BFIN berhasil tumbuh +6% YoY di 4Q25 dan +13% YoY sepanjang 2025. Kenaikan PPOP ini didukung sama pertumbuhan Net Interest Income (NII) yang oke banget, yaitu +10% YoY di kedua periode tersebut. Ini nunjukkin kalau operasional inti BFIN masih kuat dan ngasilin cuan yang mantap dari bisnis pembiayaannya.
Portofolio Pembiayaan: Asetnya Naik Turun?
Dari sisi portofolio, managed receivables BFIN di Desember 2025 nunjukkin pertumbuhan positif. Naik +1% QoQ dan +9% YoY. Artinya, aset kelolaan pembiayaan mereka terus bertambah. Sementara itu, net financing BFIN relatif stabil secara QoQ, tapi masih nunjukkin pertumbuhan +2% YoY. Jadi, secara keseluruhan, bisnis pembiayaannya masih terus berjalan.
Kenapa Profit Bersih Agak Berat? Biang Keroknya Provisi!
Nah, ini dia bagian yang bikin profit bersih BFIN jadi gak se-gokil PPOP-nya. Ternyata, biang keroknya ada di kenaikan beban provisi neto. Beban ini naik +36% YoY di 4Q25 dan +37% YoY sepanjang tahun 2025. Akibatnya, Cost of Credit (CoC) atau biaya kredit BFIN juga ikut meningkat, jadi 4,7% di tahun 2025, dibanding 3,9% di tahun 2024. Kenaikan CoC ini menandakan BFIN harus ngalokasiin lebih banyak dana buat nutup potensi kerugian dari kredit macet, yang pada akhirnya membebani laba bersih.
Overall, BFIN nunjukkin kinerja operasional yang solid lewat PPOP dan NII. Tapi, kenaikan beban provisi jadi PR buat profit bersih. Investor perlu mencermati bagaimana BFIN akan mengelola risiko kredit ke depannya agar profitnya bisa kembali ngegas maksimal.

