BMRI Gaspol! Laba Bersih Q2 2026 Bikin Cuan, Gimana Prospek Sahamnya?
Gaes, lu musti tau nih! Bank Mandiri (BMRI) baru aja rilis kinerja keuangan Q2 2026 yang cukup bikin investor melirik. Laba bersih mereka di periode itu tembus Rp15 triliun, alias naik +33% YoY meskipun turun tipis -2% QoQ. Kalo di total selama semester pertama 2026 (1H26), laba bersih BMRI udah nyentuh Rp30,4 triliun, atau +24% YoY. Ini jauh di atas ekspektasi konsensus lho, udah setara 53% dari estimasi setahun penuh 2026!
BMRI Nge-Gas Laba Bersih: Apa Aja Faktornya?
Kinerja laba bersih BMRI yang solid ini ternyata punya tiga pahlawan utama yang bikin angka jadi cakep:
- Pendapatan Non-Bunga (Non-II) yang kuat banget.
- Biaya Operasional (Opex) yang makin efisien, jadi hemat pengeluaran.
- Penurunan Beban Provisi, bikin beban cadangan makin ringan.
Pendapatan Non-Bunga Auto Ngebut, NII Agak Loyo?
Total pendapatan operasional BMRI, gabungan dari Net Interest Income (NII) dan Non-II, tumbuh impresif +13% YoY di Q2 2026 dan +11% YoY selama 1H26. Nah, si Non-II ini emang bintangnya di Q2 2026! Pendapatannya naik +33% YoY, nge-cover saat NII agak melemah. Ini datang dari berbagai sumber fee income, baik yang rutin maupun yang non-rutin kayak treasury income.
Tapi, NII emang sedikit melambat, cuma tumbuh +5% YoY di Q2 2026 (bandingin sama Q1 2026 yang +11% YoY). Penurunan ini gara-gara loan yield yang turun dan Cost of Fund (CoF) yang naik. Alhasil, margin bunga bersih alias NIM BMRI diperkirakan nyentuh angka ~4,4% di Q2 2026, dan 4,6% selama 1H26 (turun dari 4,8% di 1H25).
Manajemen BMRI sendiri udah kasih info kalau tekanan NIM kayaknya masih akan berlanjut sampai Q3 2026 sebelum akhirnya stabil di Q4 2026. Ini gara-gara likuiditas yang ketat, bikin CoF diprediksi naik terus. Makanya, manajemen juga udah turunin guidance NIM 2026F sebesar 20 bps, jadi di kisaran 4,3%-4,5%.
Opex dan Provisi Turun: Dorongan Cuan Tambahan!
Satu lagi yang bikin laba BMRI makin tebel adalah efisiensi operasional. Opex mereka turun -9% YoY di Q2 2026 dan -1% selama 1H26. Ini lebih bagus dari target manajemen lho, yang awalnya cuma berharap Opex flat atau naik tipis aja. Beban provisi juga ikut turun -2% YoY di Q2 2026 dan -12% YoY selama 1H26.
Efeknya, Cost of Credit (CoC) per Juni 2026 jadi di level 0,6%, lebih rendah dari 1H25 (0,7%). Angka ini juga ada di batas bawah guidance manajemen (0,6%-0,8%), menandakan kualitas aset BMRI yang stabil, dilihat dari NPL dan LAR yang terjaga. Manajemen pun tetep optimis dan pertahankan guidance Opex serta CoC untuk tahun 2026.
Secara keseluruhan, kinerja BMRI di semester pertama 2026 ini menunjukkan ketahanan yang oke banget, lho. Meskipun ada tantangan di NII, mereka berhasil kompensasi dengan pendapatan non-bunga yang strong dan efisiensi biaya. Ini jadi bukti kalau BMRI tetep jadi jagoan di sektor perbankan Tanah Air.

