BREN: Prajogo Pangestu Perkuat Kepemilikan, Konfirmasi Potensi PLTP 60 MW di Halmahera Utara
Prajogo Pangestu, figur sentral di balik Grup Barito, kembali menunjukkan kepercayaan tinggi pada lini bisnis energi terbarukan miliknya, Barito Renewables Energy (BREN). Melalui serangkaian aksi korporasi dan pengungkapan eksplorasi signifikan, BREN menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam transisi energi Indonesia.
Prajogo Pangestu Pertebal Kepemilikan di BREN: Sinyal Keyakinan Investor
Pengendali utama Barito Renewables Energy, Prajogo Pangestu, telah menambah kepemilikan sahamnya di BREN pada 13 Januari 2026. Tercatat, sebanyak 1,33 juta lembar saham BREN dibeli dengan harga rata-rata Rp8.930 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp11,9 miliar. Informasi lengkap terkait transaksi ini dapat diakses melalui pengumuman KSEI.
Aksi ini secara langsung meningkatkan kepemilikan saham Prajogo Pangestu di BREN dari 0,103% menjadi 0,104%. Pembelian saham oleh pengendali seringkali diinterpretasikan pasar sebagai sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Ini merefleksikan optimisme terhadap strategi dan valuasi BREN, sekaligus berpotensi meningkatkan sentimen positif investor lain.
Barito Renewables (BREN) Konfirmasi Potensi Panas Bumi 60 MW di Halmahera
Dalam perkembangan terpisah yang tak kalah penting, BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Indonesia, telah sukses mengonfirmasi potensi pembangkitan listrik dari eksplorasi panas bumi. Berlokasi di Gunung Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara, potensi yang teridentifikasi mencapai sekitar 55 hingga 60 Megawatt (MW). Berita ini juga dilaporkan oleh Kontan.
Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menegaskan bahwa keberhasilan penyelesaian eksplorasi ini menjadi fondasi strategis bagi pengembangan proyek panas bumi di seluruh wilayah Halmahera. Konfirmasi kapasitas sebesar ini mengukuhkan komitmen BREN dalam mendukung program energi bersih nasional dan memperkuat portofolio aset energi terbarukan perusahaan di masa depan.
Implikasi Strategis bagi Prospek BREN
Kombinasi antara peningkatan kepemilikan oleh pengendali utama dan konfirmasi potensi energi panas bumi yang signifikan menunjukkan momentum positif bagi BREN. Langkah Prajogo Pangestu untuk menambah sahamnya dapat diartikan sebagai validasi internal terhadap arah dan prospek bisnis Barito Renewables.
Sementara itu, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 60 MW di Halmahera Utara membuka babak baru dalam ekspansi energi terbarukan BREN, berpotensi memberikan kontribusi substansial terhadap pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang.
Investor dan pelaku pasar diharapkan dapat mencermati perkembangan ini sebagai indikator potensi pertumbuhan BREN dalam sektor energi terbarukan yang kian strategis. Investasi di sektor energi hijau terus menjadi fokus global, dan BREN berada di garis depan untuk kapitalisasi peluang ini di Indonesia, memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam sektor energi bersih.

