CITA: Investasi Strategis Rp 237 Miliar di Smelter Aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) memperkuat komitmennya dalam pengembangan industri hilir aluminium nasional melalui suntikan modal signifikan. Perusahaan mengumumkan partisipasinya dalam penerbitan saham baru entitas usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), senilai total hampir Rp 1,9 triliun.
Penguatan Proyek Smelter Aluminium KAI
Aksi korporasi ini menegaskan dukungan CITA terhadap ambisi KAI dalam mengembangkan proyek smelter aluminium berkapasitas besar. Penerbitan saham baru tersebut secara spesifik dirancang untuk mengakselerasi pembangunan fasilitas pengolahan vital ini, yang akan menjadi tulang punggung bagi rantai nilai aluminium di Indonesia.
CITA menunjukkan dedikasinya dengan menyuntikkan modal sebesar Rp 237 miliar ke KAI. Meskipun investasi besar ini dilakukan, porsi kepemilikan CITA di PT Kalimantan Aluminium Industry tetap stabil di angka 12,5%, mengindikasikan partisipasi proporsional dari seluruh pemegang saham eksisting.
Struktur Kepemilikan dan Aliansi Strategis
PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) merupakan konsorsium strategis yang melibatkan beberapa pemain kunci di sektor pertambangan dan mineral. Selain CITA, KAI didukung oleh:
- PT Alamtri Indo Aluminium: Anak usaha dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dengan porsi kepemilikan mayoritas sebesar 65%.
- Aumay Mining Pte. Ltd.: Berkontribusi dengan kepemilikan sebesar 22,5%.
CITA mengonfirmasi bahwa baik PT Alamtri Indo Aluminium maupun Aumay Mining Pte. Ltd. juga turut serta dalam pengambilan bagian saham baru ini, sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka masing-masing. Ini menunjukkan konsensus dan komitmen kolektif para pemegang saham untuk kesuksesan proyek smelter KAI.
Visi Hilirisasi dan Dampak Industri
Investasi CITA di KAI sejalan dengan program hilirisasi industri yang digalakkan pemerintah Indonesia. Melalui partisipasi aktif dalam proyek smelter aluminium, CITA tidak hanya mengamankan pasokan bahan baku masa depan, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan nilai tambah domestik dari sumber daya mineral. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan global, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Proyek smelter aluminium KAI memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap industri mineral Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong transfer teknologi. Partisipasi aktif CITA menegaskan peran strategisnya dalam transformasi ini.
Dengan fokus pada efisiensi operasional dan inovasi, CITA bersama mitra strategisnya di KAI siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di pasar aluminium global yang terus berkembang.

