Kabar Pasar

DHE SDA Wajib Parkir di Himbara? Sultan Ekspor RI Nuntut Kejelasan!

Eh, para sultan ekspor komoditas Tanah Air lagi pada galau nih! Bukan karena harga sawit atau nikel anjlok, tapi gara-gara aturan baru dari pemerintah. Mereka butuh banget panduan teknis yang jelas secepatnya biar bisnis tetep auto cuan dan enggak ambyar. Kabar ini pertama kali dihembuskan sama Reuters, lur.

Kebijakan Baru, Harapan Para Juragan Ekspor

Jadi gini, pemerintah kita punya rencana kebijakan mantap jiwa buat sentralisasi ekspor komoditas dan mewajibkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) diparkir di bank-bank milik negara alias Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Nah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bareng asosiasi gede lainnya macam penambang batu bara, smelter nikel, sampe produsen minyak sawit, sebenernya sih dukung-dukung aja. Tujuannya baik biar devisa negara makin kuat, kan?

DHE SDA: Ngumpul di Himbara?

Intinya, duit hasil ekspor dari sektor-sektor kunci SDA ini diharapkan ngendon lebih lama di sistem keuangan domestik. Otomatis, ini bisa jadi booster buat stabilitas ekonomi kita. Tapi ya itu, pengusaha kan maunya gerak cepat dan pasti. Kalo aturannya setengah-setengah, bisa bikin mereka mikir dua kali.

Kok Bisa Galau? Ini Titik Krusialnya!

Meskipun dukung, para pengusaha ini punya PR gede buat pemerintah: kepastian hukum. Gimana enggak? Bisnis ekspor itu mainnya jangka panjang, bro. Kalo aturan mainnya belum gamblang, mereka khawatir kontrak-kontrak yang udah jalan atau yang masih panjang bakal kena imbasnya.

Kontrak Jalan Terus, Hukum Jangan Remuk

Mereka pengen banget tahu detailnya soal:

  • Mekanisme pembayaran DHE SDA
  • Ketentuan buat pengiriman barang ekspor
  • Urusan asuransi yang melingkupi transaksi ini
  • Yang paling penting: gimana nasib kontrak-kontrak yang sudah ada? Jangan sampe malah bikin ribet.

Wajib Gandeng Swasta, Biar Nggak Ambyar!

Para pengusaha juga ngasih masukan nih, biar pemerintah ngelibatin sektor swasta dari awal banget, pas nyusun sampe implementasi kebijakan. Kenapa? Biar transisinya mulus kayak jalan tol baru, enggak ada lagi yang teriak-teriak kebingungan. Kalo semua pihak diajak ngobrol, kebijakan yang lahir pasti lebih aplikatif dan bikin semua pihak happy.

Sayangnya, sampe artikel ini ditulis, perwakilan dari Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sama Kementerian Keuangan belum kasih respons terkait kegalauan para juragan ekspor ini. Kita tunggu aja deh, semoga segera ada pencerahan biar ekonomi kita makin melaju!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x