Berita Korporasi

Elnusa (ELSA): Laba Bersih Gak Kaleng-Kaleng, Segmen Ini Jadi Raja Cuan!

Investor saham Elnusa (ELSA) wajib banget simak nih laporan keuangannya. ELSA sukses gede catat laba bersih Rp192 M di kuartal IV-2025, naik 18% dari tahun lalu dan 1% dari kuartal sebelumnya. Ini bikin total laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp719 M, walau cuma naik tipis 1% YoY. Margin laba bersihnya pun stabil di kisaran 5%.

Kenaikan laba yang moderat ini dipengaruhi lonjakan biaya operasional sekitar 14% YoY, terutama karena kenaikan gaji karyawan 13% YoY. Ada juga efek basis tinggi dari pendapatan bunga non-rutin Rp69 M di 2024 akibat penyelesaian sengketa dengan Bank Mega. Nah, kalo kita kesampingkan transaksi “sekali jalan” itu, laba inti (core profit) ELSA di 2025 sebenernya melaju kenceng +11,5% YoY jadi Rp719 M. Artinya, bisnis inti perusahaan tetap ngegas!

Segmen Downstream: Raja Cuan Elnusa, Bikin Melongo!

Segmen downstream ELSA, yang fokus di distribusi energi dan logistik, lagi-lagi jadi penyumbang cuan terbesar. Kontribusinya mencapai 60% dari total pendapatan sepanjang 2025. Di belakangnya ada segmen upstream (28%) dan oil and gas support (11%).

Pendapatan ELSA secara keseluruhan di Q4-2025 tembus ~Rp4 T, naik 7% YoY dan 14% QoQ. Ini bikin total pendapatan 2025 meroket 8% YoY jadi Rp14,4 T. Laba kotor pun ikut naik 9% YoY ke Rp1,4 T dengan margin laba kotor yang konsisten di 10%.

Downstream: Distribusi Bahan Bakar Makin Gaspol!

Kenaikan pendapatan ELSA di 2025 utamanya didorong oleh segmen downstream yang naiknya bikin geleng-geleng 28% YoY mencapai Rp8,6 T. Ini berkat volume penyaluran bahan bakar yang juga ikut meroket 29% YoY. Tapi, margin laba kotor di segmen ini sedikit turun jadi 7,7% (dari 9% di 2024).

Upstream: Backlog Kontraknya Bikin Ngiler!

Meski pendapatan segmen upstream di Q4-2025 turun 28% YoY jadi Rp934 M (tapi naik 4% QoQ), dan total pendapatan 2025 juga turun 18% YoY jadi Rp4,1 T, ada kabar baiknya nih. Margin laba kotor segmen upstream di 2025 justru naik signifikan jadi 11,8% (dari 8,9% di 2024). Segmen ini nawarin jasa seismik, pengeboran, dan perawatan sumur migas, yang mana cuannya bergantung banget sama nilai kontrak yang berhasil mereka kantongin.

Gak main-main, di 9 bulan pertama 2025, segmen upstream ELSA berhasil bukukan kontrak baru sebesar Rp2,9 T. Yang lebih gokil, nilai backlog kontrak mereka melonjak drastis jadi Rp9,9 T (dari Rp4,4 T di 2024). Ini sinyal positif banget buat prospek pendapatan ke depan!

Prospek Elnusa (ELSA): Capex Pindah Haluan ke Upstream!

ELSA lagi fokus banget nih di segmen upstream. Buktinya, komposisi belanja modal (capex) mereka bergeser makin besar ke segmen ini. Di 2025, capex upstream diproyeksi mencapai ~45% dari total capex 2025, naik tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya (37% di 2024, 27% di 2023).

Pergeseran ini nunjukkin ELSA pengen meningkatkan kapasitas unit bisnis jasa hulu migas. Gimana enggak, hampir semua aset di segmen upstream udah terpakai maksimal alias mendekati 100% di 2024. Untuk 2026, ELSA udah punya target optimis nih: pertumbuhan pendapatan 10% YoY dan pertumbuhan laba bersih sekitar 8-10% YoY. Patut dinanti pergerakan saham ELSA ke depan!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x