Berita Korporasi

EXCL Jeblok! Rugi Bersih XL Axiata Tembus Rp4,4 Triliun di 2025: Ada Apa?

Kabar kurang sedap datang dari raksasa telekomunikasi, EXCL atau XL Axiata. Perusahaan ini secara mengejutkan mencatatkan kerugian bersih yang membengkak di kuartal keempat dan sepanjang tahun 2025. Angka kerugian yang fantastis ini tentu jadi sorotan investor. Mari kita bedah lebih dalam!

Merugi Rp4,4 Triliun di 2025: Lebih Parah dari Ekspektasi Konsensus!

XL Axiata menutup tahun buku 2025 dengan rugi bersih Rp4,4 triliun. Angka ini jauh di atas laba bersih Rp1,8 triliun yang mereka raih pada tahun 2024. Bahkan, kerugian sepanjang 2025 ini lebih besar dari estimasi konsensus yang memperkirakan sekitar Rp3,9 triliun. Lebih spesifik, di 4Q25 saja, kerugian bersih EXCL mencapai Rp1,8 triliun, melampaui kerugian Rp1,3 triliun di 3Q25, dan berbanding terbalik dengan laba bersih Rp503 miliar di 4Q24.

Biaya Integrasi dan Depresiasi: Biang Kerok Kerugian EXCL?

Lalu, apa yang jadi penyebab utama kerugian EXCL yang semakin membengkak di 4Q25? Jawabannya ada pada kenaikan biaya integrasi yang gila-gilaan, melesat 146% QoQ, serta beban percepatan depresiasi yang juga naik 6% QoQ. Kedua beban ini muncul pasca-merger, yang memang seringkali jadi obat pahit jangka pendek demi potensi manis jangka panjang.

Sisi Cerah di Balik Awan Gelap: Pendapatan dan ARPU XL Axiata Melesat!

Meski rugi, tidak semuanya buruk. EXCL tetap menunjukkan taringnya dari sisi pendapatan. Di 4Q25, pendapatan mereka mencapai Rp11,9 triliun, naik 32% YoY dan 4% QoQ. Ini kabar baik! Pendapatan yang tumbuh signifikan ini didorong oleh lonjakan Average Revenue Per User (ARPU) ke level Rp44,8 ribu, melambung 8,7% YoY dan 15,2% QoQ. Kenaikan ARPU ini menandakan normalisasi persaingan harga di industri telekomunikasi, sesuatu yang sudah lama dinantikan.

Fokus Pelanggan Berkualitas: Jumlah Turun, Kualitas Naik?

Namun, di balik kenaikan ARPU, jumlah pelanggan XL Axiata justru sedikit menurun menjadi 73 juta di 4Q25. Angka ini memang masih naik 24,1% YoY, tapi turun 8,3% QoQ. Penurunan ini adalah bagian dari strategi perseroan yang ingin fokus pada segmen pelanggan berkualitas tinggi. Jadi, jangan salah sangka, ini bukan semata-mata kehilangan pelanggan, melainkan upaya untuk mengoptimalkan profitabilitas.

Target 2026: Sinyal Kebangkitan atau Tantangan Baru EXCL?

Secara total, pendapatan EXCL sepanjang 2025 mencapai Rp42,4 triliun, naik 23% YoY, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Melihat ke depan, manajemen EXCL menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2026 yang sejalan dengan pertumbuhan industri, serta pertumbuhan EBITDA yang dua kali lipat dari pertumbuhan pendapatan. Akankah target ini tercapai? Hanya waktu dan strategi yang tepat yang bisa menjawab.

Investor perlu terus memantau kinerja XL Axiata, terutama bagaimana mereka mengelola biaya pasca-merger dan strategi optimalisasi pelanggan. Jangan sampai ketinggalan informasi penting seputar saham EXCL!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x