Kabar Pasar

Gerak Pasar Terkini: IHSG Turun, Rupiah Melemah, Ada Apa dengan Gubernur BI dan Harga Minyak Dunia?

Sobat cuan, awal pekan kemarin bener-bener bikin dag dig dug. Pada Senin (27/7), IHSG kita ditutup loyo, anjlok -0,17%. Gak cuma itu, nilai tukar Rupiah juga ikutan melemah -0,35% terhadap dolar AS. Padahal, harga minyak Brent udah anjlok parah, sekitar -11,2% dari penutupan Kamis (23/7) lho! Nah, ada apa gerangan? Yuk kita bedah!

Drama Mundurnya Gubernur BI Bikin Pasar Oleng

Salah satu biang keladi yang bikin pasar puyeng adalah isu pengunduran diri mendadak Bapak Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Waduh! Padahal masa jabatannya harusnya baru kelar tahun 2028 nanti. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, kasih konfirmasi Senin (27/7) kalau Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, bakal ngisi sementara posisi tersebut. Destry sendiri bilang, Pak Perry mundur karena alasan pribadi.

Pihak Badan Komunikasi memang udah ngeyakinin kalau koordinasi antara BI dan pemerintah tetep gaspol, dan arah kebijakan ekonomi gak berubah. Tapi, Fitch Ratings punya pandangan lain. Menurut mereka, pengunduran diri ini bisa bikin risiko tekanan eksternal buat Indonesia jadi lebih berat.

Sentimen Investor Goyah, Rupiah Bisa Ambles?

Director Asia-Pacific Sovereign Ratings di Fitch Ratings, George Xu, bilang kalau tekanan eksternal ini muncul dari “sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan persepsi independensi bank sentral.” Ini penting banget, apalagi mengingat mandat kebijakan BI yang makin kompleks.

Xu juga ngejelasin, kalo tekanan ini terus berlanjut, bisa-bisa stabilitas nilai tukar Rupiah makin terbebani, biaya utang pemerintah nanjak, dan cadangan devisa kita makin tipis. Duh, jangan sampe deh ya!

Harga Minyak Brent Melorot, Efek Damai AS-Iran?

Di sisi lain, ada kabar baik dari harga minyak Brent. Meski masih di level yang lumayan tinggi, harganya mulai menjauhi level US$100/barrel. Kenapa? Ternyata, AS dan Iran mulai “damai”, saling menghentikan serangan selama akhir pekan.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, bilang Presiden Donald Trump memutuskan untuk berhenti menyerang Iran sementara waktu biar diplomasi bisa jalan. Ada juga kabar dari Reuters yang bilang AS berhenti serang karena udah kehabisan target dan khawatir persenjataannya menipis. Sementara itu, pejabat Iran juga bilang mereka bakal santuy gak nyerang, asalkan AS juga begitu. Sebelum gencatan senjata ini, AS udah gaspol nyerang Iran selama 13 hari berturut-turut!

Bursa Saham Asia Auto-Cuan, Indonesia Gimana?

Nah, menyusul penurunan harga minyak ini, mayoritas bursa saham di Asia justru ditutup menguat. Kospi naik +0,97%, Nikkei +0,5%, dan Hang Seng +0,98%. Mata uang Asia lainnya juga cenderung menguat terhadap dolar AS, kayak dolar Singapura +0,1%, rupee India +0,7%, dan yuan China +0,1% per Senin sore.

Ini nunjukin kalau pasar Asia global merespon positif berita penurunan harga minyak. Tapi di Indonesia, isu internal kayak drama Gubernur BI tadi bikin pasar kita sedikit beda jalur. Jadi, gimana menurut lu, bestie?

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x