IHSG Anjlok Parah ke Level Terendah Sejak Juli 2025! Saham DSSA, BRMS, AMMN Ikut Nyungsep, APBN Defisit
Gengs, pasar modal Indonesia hari Senin (16/3) ini lagi nggak santuy banget! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita sempet anjlok parah ke level 6.917,3, atau minus 3,1% di sesi intraday. Ini jadi titik terendah IHSG sejak Juli 2025, lho! Meski akhirnya nutup di 7.022,3 (turun 1,6%), tetep aja bikin investor pada keringet dingin. Bayangin aja, dari 910 saham yang listing, cuma sekitar 180 yang berhasil ijo. Sisanya? Merah membara!
IHSG Nyungsep: Siapa Bikin Ambyar?
Penekan utama indeks kali ini datang dari saham-saham jumbo. Ada Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang nahan IHSG -19,1 poin, disusul Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan -17,2 poin, dan Amman Mineral Internasional (AMMN) ikut nimbrung nahan -13,4 poin. Total dalam sepekan terakhir, IHSG udah melorot -4,3%. Wah, gawat!
Pelemahan ini bukan tanpa sebab, Bestie. Kekhawatiran soal defisit APBN yang bisa jebol di atas batas legal lagi jadi hot topic. Apalagi harga minyak dunia masih ngebet di atas US$100/barrel gara-gara konflik di Iran. Ditambah lagi, likuiditas pasar juga ikutan lesu menjelang Lebaran. Rata-rata transaksi harian seminggu terakhir cuma Rp15,2 triliun, jauh banget dari rata-rata YTD yang Rp25,5 triliun. Ngeri, kan?
Drama APBN: Harga Minyak dan Janji Prabowo
Prabowo: Defisit Boleh Asal…
Di tengah kegalauan harga minyak ini, Presiden Prabowo Subianto sempat buka suara ke Bloomberg. Beliau bilang, defisit APBN di atas 3% PDB itu bisa aja dipertimbangkan, tapi cuma buat kondisi darurat dan sementara. Doi tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan yakin pemerintah bisa ngindarin kenaikan harga BBM. Tapi, ada tapinya nih! Bakal “sangat sulit” kalo harga minyak dunia betah di atas US$120/barrel dalam waktu lama.
Warning dari Para Menteri
Omongan Presiden Prabowo ini nongol setelah sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, udah nge-gas duluan. Beliau bilang, dari 3 skenario yang dianalisis terkait fluktuasi minyak dan Rupiah, semua nunjukkin target defisit itu PR berat tanpa potong belanja negara. Bahkan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya udah ngasih wanti-wanti: kalo harga minyak nangkring di US$90-92/barrel tanpa penyesuaian anggaran, APBN 2026 bisa defisit sampai 3,6% PDB. Wah, ngeri banget kan?
Tapi tenang Bestie, Presiden Prabowo udah menegaskan program Makan Bergizi Gratis nggak bakal dipangkas. Pemerintah lagi fokus cari solusi lain, salah satunya dengan upaya mengurangi konsumsi BBM kita bareng-bareng. Gaspol!
Rupiah dan Obligasi Ikutan Tertekan
Efek domino kekhawatiran fiskal ini juga nyampe ke instrumen lain. Rupiah kita ikutan tertekan, merosot -0,23% ke level Rp16.990 per Dolar AS hari ini. Sementara itu, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik +12 basis poin ke 6,914%, nyentuh level tertinggi sejak Mei 2025. Jadi, emang lagi banyak PR banget nih buat perekonomian kita.
Gimana nih pandangan lu, Bestie? Tetap stay updated ya sama perkembangan pasar!

