Berita Korporasi

Industri Keramik Merana: Gas Nanjak, Rupiah Loyo, PGAS Bisa Apa?

Harga gas industri naik gila-gilaan, ditambah rupiah yang makin loyo, bikin pelaku industri keramik di Indonesia auto pusing tujuh keliling. Situasi ini bukan cuma soal margin tipis, tapi juga ancaman nyata PHK massal.

Gas Makin Langka, Harga Nge-Gas Parah: Dari US$7 ke US$12!

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, curhat bahwa alokasi gas industri tertentu (AGIT) buat Jawa bagian barat cuma nyentuh 37,5% di April kemarin. Ini angka terendah banget sejak kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) jalan di tahun 2021.

Yang lebih bikin melongo, harga gas yang wajib ditanggung industri keramik sekarang sudah di kisaran US$11,5-12/MMBTU. Padahal, dulu HGBT itu cuma US$7/MMBTU. Artinya? Ada lonjakan lebih dari +60%! Edy menjelaskan, ini bukan lagi main-main, tapi urusan hidup mati produksi.

Rupiah Loyo, Biaya Produksi Auto-Meroket

Tekanan makin gak kira-kira karena transaksi gas masih pakai dolar AS. Nah, di saat rupiah lagi lemes-lemesnya, biaya produksi otomatis ikut-ikutan meroket gila-gilaan. Ibaratnya, sudah jatuh ditimpa tangga. Ini bikin daya saing produk keramik lokal jadi kendor banget di pasar.

Asaki Minta Pemerintah Turun Tangan: DMO Gas & Bayar Rupiah, No PHK-PHK Club!

Gak mau industri kolaps dan banyak karyawan kena PHK, Asaki buru-buru minta pemerintah – khususnya Kementerian ESDM, SKK Migas, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) – buat gercep ambil langkah konkret. Mereka butuh jaminan pasokan gas biar pabrik gak berhenti operasi.

Selain itu, Asaki juga dorong banget biar ada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) gas khusus buat sektor manufaktur. Usulan lain yang gak kalah penting: pembayaran gas sebaiknya pakai rupiah aja. Tujuannya jelas, biar industri gak keok sama fluktuasi nilai tukar yang bikin kepala cenat-cenut. Tanpa solusi cepat, ancaman PHK massal dan lesunya industri keramik bakal jadi mimpi buruk yang nyata.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x