INTP Ngamuk: Penjualan Naik Gila-Gilaan, Tapi Kok Market Share Turun? Cek Faktanya!
Bro, lu tau kan INTP alias Indocement Tunggal Prakarsa? Nah, saham semen yang satu ini lagi jadi omongan. Data terbaru nunjukkin kalau ada pergerakan menarik dari penjualan mereka. Jujur aja, angkanya bikin mata melotot, tapi ada juga sisi lain yang perlu kita bongkar bareng.
Penjualan Semen INTP Melejit, Udah Kayak Roket!
Coba deh lu perhatiin ini. Di bulan April 2026 kemarin, volume penjualan semen INTP melesat banget, naik +35% Year-on-Year! Gila nggak tuh? Ini efek pergeseran libur Lebaran sih emang. Tapi, biar fair, kalau kita gabungin periode Maret-April 2026, volume penjualan semen INTP tetep naik kenceng +11% YoY. Mantap!
Baik penjualan semen kantong (bag) maupun semen curah (bulk) juga ikutan naik. Semen kantong naik +11% YoY, sedangkan semen curah lebih jago lagi, naik +12% YoY di periode Maret-April 2026. Ini artinya, permintaan semen dari berbagai segmen emang lagi oke banget.
Eh, Tapi Kok Market Share INTP Malah Ngedrop?
Nah, ini dia nih yang bikin pusing tujuh keliling. Meskipun penjualan volume naik, market share INTP di 4 bulan pertama 2026 (4M26) malah nyungsep ke angka 28%. Padahal tahun lalu di periode yang sama (4M25) mereka masih di 29,7%. Di kuartal pertama 2026 (1Q26) juga masih 28%. Jadi, ada penurunan dibanding tahun lalu nih.
Strategi Harga INTP: Nggak Mau Rugi Dong!
Terus, kenapa ya market share-nya bisa turun padahal penjualan volume naik? Ternyata, manajemen INTP punya strategi sendiri, Bro. Mereka bilang penurunan market share ini sengaja, karena mereka lagi gencar naikin harga jual semen.
Harga semen dinaikin bertahap, mulai dari luar Pulau Jawa di bulan Maret, terus nyusul di Pulau Jawa dan luar Jawa di bulan April 2026. Tujuannya jelas: untuk pass-through atau meneruskan kenaikan biaya produksi dan distribusi yang lagi melambung tinggi. Maklum aja, harga energi lagi mahal dan nilai tukar Rupiah kita juga lagi loyo nih. Jadi, biar margin tetap terjaga, mereka harus berani naikin harga.
INTP Jaga Margin, Investor Wajib Peka!
Jadi, meskipun market share sedikit tergerus, langkah Indocement ini menunjukkan bahwa mereka fokus pada profitabilitas dan efisiensi di tengah tantangan biaya. Dengan naikin harga jual semen, mereka berusaha menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Investor harus cermat nih ngelihat pergerakan ini, karena ini bisa jadi indikasi strategi jangka panjang mereka. Gimana menurut lu, Bro? Tetep menarik kan saham INTP ini buat di-pantau?

