JPFA: Geng Unggas Kompak Bikin Harga Ayam Hidup Melesat!
Bro, investor mana pun wajib tahu nih! Kabar gokil datang dari jagat industri unggas nasional. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) ternyata nggak sendirian, lho. Bareng 9 produsen unggas gede lainnya, termasuk si Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Malindo Feedmill (MAIN), dan Sreeya Sewu Indonesia (SIPD), mereka udah resmi tanda tangan komitmen bareng.
Tujuannya satu: gaspol perbaikan harga livebird atau ayam hidup di tingkat peternak. Ini jelas berita bagus buat ekosistem unggas kita.
Target Harga Livebird: Rp19.500/Kg, Sikat!
Kesepakatan ini bukan kaleng-kaleng, lu! Para pemain besar ini berkomitmen penuh buat ngedongkrak harga livebird minimal Rp19.500/kg. Kapan targetnya? Paling telat 15 Juli 2026. Setelah tanggal itu, mereka juga janji bakal terus dorong harga biar merangkak naik perlahan menuju Harga Acuan Pemerintah (HAP). Mantul, kan?
Strategi Jitu Buat Harga Lebih Baik
Nah, gimana caranya biar target harga itu tercapai? Ini dia dua strategi utama yang bakal mereka genjot:
- Percepatan Serapan Livebird: Mereka bakal lebih gercep nyerep ayam hidup dari peternak.
- Peningkatan Kapasitas Potong RPHU: Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) juga bakal ditingkatin kapasitasnya. Jadi, nggak ada lagi ceritanya ayam antre kelamaan buat dipotong.
Langkah ini sebenarnya respons dari Surat Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbit 9 Juni 2026 lalu. Kementan minta pabrik pakan buat nyerep ayam hidup dari peternak mandiri (yang bukan mitra) dengan bobot minimal 1,8 kg dan harga nggak kurang dari Rp19.500/kg. Semua harus dipotong di RPHU. Jadi, bisa dibilang ini langkah konkret dari industri buat dukung kebijakan pemerintah demi stabilitas harga dan kesejahteraan peternak.
Buat lu para investor yang udah lama mantengin saham-saham unggas kayak JPFA, CPIN, MAIN, atau SIPD, perkembangan ini patut banget jadi perhatian. Gimana menurut lu, apakah ini sinyal cuan buat sektor unggas?

