Berita Korporasi

Kinerja Saham TLKM 1Q26: Laba Anjlok, Tapi Begini Penjelasan Lengkapnya!

Laba bersih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, atau yang sering kita sebut dengan kode TLKM, di kuartal pertama 2026 (1Q26) tercatat Rp4,3 triliun. Angka ini memang bikin kaget karena turun 22% YoY, dan jauh di bawah ekspektasi pasar, gaes. Padahal, konsensus udah nunggu laba bersih sekitar 31% dari estimasi setahun penuh, eh malah cuma 19%.

Tapi sabar dulu, ada yang namanya laba bersih ternormalisasi. Buat TLKM, angka ini di 1Q26 sebenarnya Rp5,1 triliun, yang berarti turun 3,7% YoY. Penurunan ini terjadi karena operasional mereka sedikit melemah, yang bikin margin EBITDA terkontraksi jadi 48,3%. Kenapa? Biaya operasional, maintenance, dan telekomunikasi naik lumayan tinggi, sekitar 15% YoY, seiring aktivitas jaringan makin padat dan layanan digital makin berkembang. Tapi, manajemen TLKM yakin, di kuartal berikutnya beban ini bakal melambat.

Penting juga dicatat, laba bersih yang anjlok tadi bukan cuma karena operasional. Ada dampak dari penyesuaian depresiasi (Rp498 miliar), kerugian investasi yang belum terealisasi dari saham GOTO sebesar Rp309 miliar, plus penyesuaian biaya pajak dan kepentingan non-pengendali. Jadi, bukan cuma dari inti bisnisnya saja, bro!

Manajemen TLKM Optimis Capai Target 2026

Meski 1Q26 agak bikin deg-degan, manajemen TLKM tetap pede banget bisa mencapai target 2026. Pendapatan mereka udah tumbuh sekitar +2% YoY, pas banget sama guidance +1–3% YoY. Rasio capex-to-revenue juga oke di 13,2% (target 17–19%). Cuma margin EBITDA aja yang sedikit di bawah target (>50%), yaitu 48,3%. Tapi, mereka udah ada strateginya.

ARPU Telkomsel Stabil, Tapi Jumlah Pelanggan Turun? Kok Bisa?

Nah, ini dia yang menarik perhatian. Average Revenue Per User (ARPU) Telkomsel di 1Q26 tercatat Rp45.100, naik 6,4% YoY. Lumayan kan? Tapi, anehnya, jumlah pelanggan Telkomsel justru turun ke 153,7 juta (-3,2% YoY). Eits, jangan salah paham dulu! Manajemen TLKM bilang mereka sekarang fokus ke kualitas pelanggan, bukan cuma kuantitas. Buktinya, pelanggan yang churn (gonta-ganti kartu) berkurang, dan lebih dari 90% pelanggan udah setia berlangganan minimal 12 bulan. Exit ARPU mereka bahkan udah di Rp47.000, lho. Jadi, mereka optimis ARPU masih bisa tumbuh dengan strategi harga yang disiplin dan penambahan nilai produk.

Beres-Beres Bisnis dan Buka Potensi Cuan TLKM!

Update terbaru, TLKM lagi gencar streamlining atau merampingkan bisnisnya. Udah ada 4 bisnis yang dibereskan, termasuk divestasi dua bisnis healthcare (Admedika dan Telkomedika). Mereka targetin tambahan 2 bisnis lagi bakal dirampingkan dalam beberapa minggu ke depan, dengan total 9-10 bisnis sampai akhir semester pertama 2026. Gak cuma itu, TLKM juga lagi ngebut value unlocking buat bisnis fiber (Infranexia) dan data center. Proyek fiber fase kedua sedikit mundur ke 3Q26, tapi untuk data center, mereka udah di tahap finalisasi sama 1-2 calon investor strategis. Targetnya beres tahun ini, di mana TLKM akan tetap jadi pengendali. Pastinya ini bakal buka peluang kontrak baru dan ngembangin kapabilitas operasional mereka biar makin cuan!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x