Berita Korporasi

Kontras Kinerja MDKA dan MBMA di 2Q25: Merdeka Group Hadapi Tantangan Berbeda

Grup Merdeka, melalui dua entitas utamanya, Merdeka Copper Gold (MDKA) dan Merdeka Battery Materials (MBMA), menunjukkan dinamika kinerja yang saling bertolak belakang pada kuartal kedua tahun 2025 (2Q25). Sementara MDKA menghadapi kerugian yang membesar, MBMA berhasil mencetak laba meski belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pasar. Lantas, bagaimana detail di balik laporan keuangan mereka dan apa implikasinya bagi investor?

MDKA: Penjualan Komoditas Merosot, Kerugian Membayangi

Kinerja finansial Merdeka Copper Gold (MDKA) pada 2Q25 menunjukkan kondisi yang kurang menguntungkan. Perseroan melaporkan rugi bersih sebesar 12 juta dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan kerugian 4 juta dolar AS pada 1Q25 dan berbalik dari laba 3 juta dolar AS pada 2Q24. Akumulasi kerugian bersih MDKA selama paruh pertama 2025 (1H25) mencapai 16 juta dolar AS, melampaui kerugian 13 juta dolar AS pada 1H24 dan jauh di bawah ekspektasi konsensus yang memproyeksikan laba bersih 3 juta dolar AS untuk keseluruhan tahun 2025F.

Emas: Harga Melonjak, Volume Penjualan Tertekan

Sektor emas MDKA menampilkan paradoks menarik. Meskipun harga jual rata-rata emas melesat 16% secara kuartalan (QoQ) dan 42% secara tahunan (YoY) mencapai level 3.207 dolar AS per troy ounce, volume penjualan emas justru anjlok. MDKA mencatat penurunan volume penjualan sebesar 38% QoQ dan 9% YoY, hanya mencapai 22.739 ounce.

Penurunan tajam ini berpotensi disebabkan oleh strategi penjualan masif yang dilakukan lebih awal pada 1Q25, di mana MDKA telah menjual 36.796 ounce emas, jauh melampaui volume produksi pada periode tersebut yang hanya 25.481 ounce. Dari sisi produksi, volume emas menunjukkan pertumbuhan positif 2% YoY menjadi 50.624 ton selama 1H25, setara dengan 46% hingga 51% dari panduan perusahaan. Sementara itu, cash cost emas relatif stabil pada 1.125 dolar AS per troy ounce, masih dalam rentang panduan perusahaan antara 1.100 hingga 1.250 dolar AS per troy ounce.

Tembaga: Dampak Penghentian Tambang Wetar dan Penurunan Produksi

Kinerja tembaga MDKA juga menunjukkan pelemahan. Volume penjualan tembaga terkoreksi 41% QoQ menjadi 1.742 ton. Penurunan ini sejalan dengan rencana penghentian aktivitas penambangan pada tambang Wetar, yang diperkirakan akan mulai berlaku pada 3Q25. Meskipun demikian, produksi tembaga masih akan berlanjut melalui pengolahan sisa stockpile, dengan proses leaching dan pemulihan tembaga diproyeksikan terus berlangsung hingga 1Q27.

Volume produksi tembaga selama 1H25 tercatat turun 37% YoY menjadi 4.235 ton, yang setara dengan 35% hingga 42% dari panduan perusahaan. Selain itu, cash cost tembaga mengalami kenaikan 13% YoY menjadi 3,0 dolar AS per pon, berada dalam rentang panduan perusahaan 3,0 hingga 3,2 dolar AS per pon. Investor perlu mencermati bagaimana MDKA mengelola transisi ini dan dampaknya terhadap pendapatan di masa depan.

MBMA: Laba Bersih Positif, Efisiensi Logistik Jadi Kunci

Berbeda dengan induknya, Merdeka Battery Materials (MBMA) berhasil mencatatkan laba bersih positif sebesar 9 juta dolar AS pada 2Q25. Angka ini membalikkan kerugian 3 juta dolar AS pada 1Q25, namun masih lebih rendah dari laba 17 juta dolar AS pada 2Q24. Akumulasi laba bersih MBMA selama 1H25 mencapai 6 juta dolar AS, menandakan penurunan 71% YoY. Laba ini juga masih di bawah ekspektasi konsensus, hanya setara dengan 23% dari estimasi laba bersih 2025F konsensus.

Bijih Limonit: Optimalisasi Logistik Dorong Penjualan dan Efisiensi

Sektor bijih limonit MBMA menunjukkan perbaikan signifikan. Penjualan bijih limonit meningkat menjadi 2,8 juta wmt pada 2Q25, tumbuh 33% QoQ, meskipun sedikit terkoreksi 3% YoY. Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang lebih tinggi dari fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) afiliasi.

Yang patut disoroti adalah penurunan cash cost secara drastis dari sekitar 13 dolar AS per wmt menjadi 11 dolar AS per wmt. Efisiensi ini hasil dari perubahan sistem logistik ore, dari penggunaan truk pengangkut menjadi slurry pipe yang lebih hemat biaya. Dari sisi produksi, volume bijih limonit naik 43% YoY menjadi 4,3 juta ton selama 1H25, setara dengan 29% hingga 34% dari panduan perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen MBMA dalam mengoptimalkan operasionalnya.

NPI: Biaya Produksi Turun, Penyesuaian Panduan Produksi

MBMA juga berhasil menekan cash cost Nickel Pig Iron (NPI) menjadi 9.719 dolar AS per ton, turun 3% QoQ dan 6% YoY. Angka ini berada di bawah panduan perusahaan sebesar 11.000 dolar AS per ton, menunjukkan manajemen biaya yang efektif. Pada saat yang sama, harga jual rata-rata NPI stabil di level 11.500 dolar AS per ton.

Meskipun demikian, volume produksi NPI selama 1H25 tercatat turun 23% YoY menjadi 33.045 ton. Produksi ini setara dengan 41% hingga 47% dari panduan baru perusahaan yang telah diturunkan menjadi 70.000 hingga 80.000 ton, dari sebelumnya 80.000 hingga 87.000 ton. Penyesuaian panduan ini bisa jadi refleksi dari kondisi pasar atau strategi produksi yang lebih konservatif.

Nickel Matte: Produksi Ditangguhkan Menanti Perbaikan Harga

Untuk produk nickel matte, MBMA telah menghentikan produksinya sejak 1Q25 karena margin yang tipis. Keputusan ini menunjukkan kehati-hatian MBMA dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas. Produksi berpotensi untuk kembali dimulai paling cepat pada 4Q25, apabila kondisi harga di pasar global menunjukkan perbaikan yang signifikan dan memungkinkan margin yang lebih atraktif.

Prospek ke Depan: Menimbang Potensi MDKA dan MBMA

Laporan 2Q25 ini menggarisbawahi tantangan dan peluang yang berbeda bagi MDKA dan MBMA. MDKA menghadapi tekanan dari penurunan volume penjualan komoditas utama dan peningkatan kerugian, menuntut strategi diversifikasi atau efisiensi yang lebih agresif. Sementara itu, MBMA, meskipun mencatatkan laba, masih perlu membuktikan konsistensi dan kemampuannya untuk mencapai estimasi konsensus yang lebih tinggi.

Investor akan memantau ketat bagaimana MDKA mengatasi tantangan di tambang Wetar dan bagaimana MBMA dapat terus mengoptimalkan biaya serta beradaptasi dengan volatilitas harga nikel. Kedua entitas ini memiliki peran krusial dalam portofolio Merdeka Group, dan kinerja mereka akan sangat bergantung pada adaptasi terhadap dinamika pasar global serta implementasi strategi jangka panjang yang efektif. Tetap bijak dalam berinvestasi!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x