Performa Cemerlang Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) di Kuartal Kedua 2024: Pertumbuhan Laba Bersih Melonjak, Segmen Ekspres Menjadi Katalisator Utama
Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang luar biasa pada kuartal kedua 2024, dengan peningkatan sebesar +224% YoY, mencapai Rp 57,42 miliar dibandingkan dengan Rp 17,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi meskipun pendapatan perusahaan turun sebesar 4,5% menjadi Rp 1,18 triliun dari Rp 1,24 triliun pada kuartal kedua 2023. Faktor utama yang mendukung peningkatan laba bersih ini adalah efisiensi operasional, khususnya pada segmen Anteraja, yang berhasil menutup penurunan pendapatan.
Mengatasi Tantangan Pendapatan, Tetap Bertahan dengan Pertumbuhan Topline
Walaupun secara tahunan (YoY) pendapatan menurun, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan +0,36% QoQ, dari Rp 1,182 triliun pada kuartal sebelumnya menjadi Rp 1,186 triliun. Penurunan ini dipicu oleh koreksi pada segmen utama ASSA, yaitu penyewaan kendaraan, yang turun sebesar –1,37% menjadi Rp 467,5 miliar. Pada kuartal ini, komposisi pendapatan didominasi oleh penyewaan kendaraan sebesar 40%, diikuti oleh segmen Ekspres (31%), penjualan kendaraan bekas (18%), logistik (6%), dan lelang kendaraan (5%). Menghadapi semester kedua 2024, diharapkan penguatan pendapatan akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya volume penyewaan kendaraan serta jual-beli dan lelang kendaraan.
Transformasi Segmen Ekspres: Turnaround Berhasil dalam Dua Kuartal Berturut-turut
Pada awal tahun 2023, ASSA mengimplementasikan berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan kinerja segmen Ekspres. Perusahaan memfokuskan strategi pada segmen B2B, yang tidak terlalu mengutamakan volume pengiriman per hari. Hal ini menyebabkan penurunan volume pengiriman yang diharapkan hanya sekitar 400-500 ribu paket per hari. Selain itu, perusahaan juga menutup beberapa cabang yang kurang menguntungkan dan mengubah status para kurir dari pegawai kontrak menjadi “Mitra,” yang menjadikan biaya operasional lebih fleksibel. Berkat langkah-langkah strategis ini, segmen Ekspres berhasil mencatatkan laba operasional sebesar Rp 27,9 miliar pada kuartal ini, naik +11,57% QoQ dari Rp 25 miliar pada kuartal sebelumnya, dan jauh lebih baik dibandingkan kerugian sebesar –Rp 41,5 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.
Logistik dan Lelang: Pilar Pertumbuhan yang Kuat
Segmen logistik dan lelang menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan pada kuartal kedua 2024. Segmen logistik mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,32% YoY, mencapai Rp 67,4 miliar dari Rp 55,1 miliar, sementara segmen lelang tumbuh 51,32% YoY menjadi Rp 62,8 miliar dari Rp 41,5 miliar. ASSA melihat potensi besar dalam segmen logistik, khususnya dengan layanan yang mencakup supply chain services seperti cross-border, warehouse management, dan cold chain.
Saat ini, ASSA sedang berinovasi untuk menjadi agregator logistik dengan melibatkan pemilik truk dalam platform mereka. Dengan model ini, ASSA tidak hanya menyediakan jasa logistik tetapi juga menjadi platform yang menghubungkan pemilik truk dengan permintaan pengiriman barang. Langkah strategis ini memungkinkan perusahaan untuk menurunkan CAPEX dan fokus pada segmen lain yang lebih menguntungkan.
Profitabilitas Terus Meningkat, Target 2024 Dalam Jangkauan
Pada kuartal kedua 2024, beban operasional ASSA turun sebesar –5,5% YoY dari Rp 192,37 miliar menjadi Rp 181,80 miliar. Penurunan beban ini turut mendongkrak laba usaha perusahaan yang tumbuh sebesar +97,6% YoY menjadi Rp 155,39 miliar dari Rp 78,65 miliar pada kuartal sebelumnya. Perusahaan juga berhasil mempertahankan EBIT Margin di atas 12% selama dua kuartal berturut-turut, dibandingkan dengan full year 2023 yang hanya mencapai 7,3%.
Kinerja solid pada semester pertama 2024 ini menunjukkan komitmen kuat ASSA dalam mencapai profitabilitas di setiap segmen bisnisnya. Kami melihat bahwa perusahaan mampu mencapai target mereka, dengan proyeksi pertumbuhan positif pada segmen-segmen seperti penyewaan kendaraan, logistik, dan ekspres. Diperkuat dengan penerapan regulasi halal logistics di Indonesia pada Oktober 2024, serta pertumbuhan dua digit yang diperkirakan untuk ASLC dalam pendapatan dan laba bersih, prospek perusahaan tampak sangat menjanjikan.
Rekomendasi: Pertahankan BUY dengan Target Harga Rp 1100
Kami tetap merekomendasikan BUY untuk saham ASSA dengan target harga yang dinaikkan menjadi Rp 1100 per saham. Target ini mengimplikasikan rasio P/E sebesar 18,1x atau setara dengan –1,95 Standar Deviasi Forward PE 2 Tahun. Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai, termasuk perubahan regulasi dalam negeri yang kontraproduktif, kesalahan eksekusi strategi dalam integrasi antar ekosistem, dan persaingan yang semakin ketat.
Kesimpulan, dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang kuat, ASSA berhasil mencatatkan performa yang mengesankan pada semester pertama 2024. Laba bersih yang melonjak serta pertumbuhan di berbagai segmen bisnis utama menunjukkan bahwa perusahaan berada di jalur yang benar untuk mencapai target tahunan mereka. Dalam kondisi pasar yang kompetitif, ASSA tetap menjadi pilihan investasi yang menarik dengan prospek jangka panjang yang solid.
Sumber analisis ((ASSA_2Q24_NHKSI))

