Pertumbuhan Inflasi di Indonesia: Laporan November 2024
Menurut BPS, inflasi mencatat bahwa indeks harga konsumen (IHK) di Indonesia turun menjadi 1,55% YoY pada November 2024. Ini merupakan penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, di mana inflasi tercatat mencapai 1,71% YoY. Kita bisa melihat bahwa angka ini menandai level terendah sejak Juli 2021, meskipun tetap melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi hanya di level 1,5% YoY.
Kenaikan Inflasi Bulanan
Secara bulanan, inflasi IHK meningkat menjadi 0,3% MoM, yang lebih tinggi dibandingkan inflasi 0,08% MoM pada Oktober 2024. Kenapa demikian? Hal ini jelas menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat Februari ini cukup aktif, yang tentunya mengungkapkan bahwa ekonomi kita berangsur membaik. Di sisi lain, angka ini juga melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi bulanan akan berada di level 0,26% MoM. Ini adalah laju tercepat dalam delapan bulan terakhir.
Penyebab Kenaikan Inflasi
Kenaikan inflasi bulanan ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil sebesar 0,22 percentage point.
- Komoditas emas perhiasan memberikan kontribusi tambahan sebesar 0,04 percentage point.
Inflasi Inti yang Mencolok
Lebih menarik lagi, inflasi inti mencapai level tertinggi dalam waktu 16 bulan terakhir, yaitu di 2,26% YoY, naik dari level 2,21% YoY di bulan sebelumnya. Ini juga melewati ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi inti hanya sampai 2,2% YoY.
Dengan kondisi yang menggembirakan ini, dapat kita simpulkan bahwa secara keseluruhan, meski inflasi YoY mengalami penurunan, tren kenaikan inflasi bulanan dan inflasi inti menunjukkan bahwa permintaan masyarakat masih cukup kuat. Hal ini bisa dikaitkan dengan pemulihan ekonomi setelah periode resesi yang kita alami sebelumnya. Bagaimana dengan prospek ke depannya? Apakah kondisi ini akan terus membaik? Mari kita cermati bersama-sama.
