Portfolio Jamet

Portfolio Jamet: masih all in Saham KETR

Pernah merasa niat hati ingin cut loss tapi tangan malah hold kencang-kencang? Banyak investor terjebak di saham KETR (PT Ketrosden Triasmitra Tbk) dengan dilema yang sama. Saat harga menjebol level psikologis di bawah 1.000, kedisiplinan sering kali kalah oleh harapan. Namun, apakah menahan KETR saat ini adalah bentuk keras kepala yang konyol, atau justru langkah strategis yang jenius?

Alasan Fundamental Mengapa KETR Masih Layak Lirik

Jangan cuma menyalahkan fluktuasi pasar atau menganggapnya sekadar “kocokan bandar”. Ada narasi besar yang sedang dibangun di balik layar. Berikut adalah 4 alasan mengapa saham ini tetap menarik meski harganya sedang membuat jantung berdebar:

  • Proyek Strategis Rising 8: KETR sedang menggarap Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta – Singapura sepanjang 1.128 KM. Kolaborasi dengan MORA ini menggunakan kapal milik sendiri, Bentang Bahari, yang secara otomatis meningkatkan margin profit karena efisiensi operasional.
  • Mega Proyek Indonesia Tengah: Target jangka panjang mereka tidak main-main. Proyek kabel laut sepanjang 8.732 KM yang menghubungkan Kalimantan hingga NTT ini bernilai 6 Triliun Rupiah. Bayangkan, nilai proyek ini jauh melampaui market cap KETR yang saat ini hanya berada di kisaran 2 triliunan.
  • Lonjakan Revenue yang Signifikan: Secara fundamental, KETR mencatatkan kenaikan pendapatan dari 400-an miliar menjadi tembus 800 miliar Rupiah. Arus kas diprediksi akan semakin deras setelah proyek Rising 8 rampung pada April mendatang.
  • Katalis Obligasi 2026: Pada April 2026, perusahaan berencana menerbitkan obligasi untuk mendanai ekspansi besar mereka. Biasanya, corporate action seperti ini akan memicu gairah pasar dan meningkatkan likuiditas transaksi.

Strategi: Disiplin atau Keyakinan?

Dalam investasi, batas antara disiplin dan keyakinan memang tipis. Jika Anda melihat KETR hanya dari chart yang sedang sideways atau cenderung turun, mungkin Anda akan panik. Namun, jika Anda melihat potensi infrastruktur digital Indonesia yang terus berkembang, narasi KETR masih sangat kuat.

Kuncinya ada pada manajemen risiko masing-masing. Proyek besar butuh waktu, dan April 2026 bisa menjadi titik balik yang krusial bagi emiten ini. Apakah Anda tipe investor yang sabar menunggu proyek 6 triliun ini membuahkan hasil, atau lebih memilih mengamankan modal di tempat lain?

Disclaimer: Tulisan ini bukan rekomendasi beli atau jual. Ini adalah catatan analisis pribadi untuk edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Ingat, pasar saham memiliki risiko tinggi. Jika rencana tidak sesuai harapan, pastikan Anda memiliki exit plan yang matang.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x