Inspirasi Investasi

Right Issue JGLE & MPPA: Saham Boncos Mau Gaspol Lagi, Jurus Ampuh atau Bikin Pusing Tujuh Keliling?

Yo, bro dan sis investor! Kita lagi ngulik dua saham yang performanya lagi merana alias boncos parah, bahkan dari sebelum pandemi COVID-19 udah rungkad. Sekarang, dua-duanya malah mau right issue transaksi afiliasi. Ini tandanya apa sih, dan gimana prospek ke depan buat saham JGLE sama MPPA? Yuk, kita cekidot biar nggak salah langkah!

JGLE: Mau Bangun Kerajaan Liburan Lagi di Tengah Badai Rugi, Auto Cuan atau Malah Makin Boncos?

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) ini sebenernya punya aset pariwisata yang nggak kaleng-kaleng, lu tau kan? Ada The Jungle Bogor, Rivera Outbond & Edutainment, dan Jungle Sea. Plus, mereka juga ngelola hotel kayak Aston Bogor, sama apartemen Sayana dan J.Sky Apartment. Mantap jiwa, kan? Tapi, sayangnya, dari 2018 sampai sekarang, JGLE ini konsisten merugi terus! Duit kasnya juga tinggal Rp6 miliar doang. Mikirin duit!

Drama Akuisisi Jungleland: Dilepas, Diambil Lagi, Demi Laba Akuntansi Non-Cash?

Nah, di tengah kondisi yang lagi merana begitu, JGLE justru punya rencana gila: mau ngakuisisi kembali PT Jungleland Asia lewat right issue jumbo senilai Rp414 miliar. Sebelumnya, JGLE cuma punya 38,14% saham di Jungleland Asia. Mayoritas sisanya, 61%, dipegang PT Adiprotek Envirodunia.

Inget nggak, di tahun 2022, 51% saham Jungleland Asia itu sempat dilepas JGLE ke Adiprotek Envirodunia seharga Rp251 miliar. Katanya sih, buat nutupin komitmen restrukturisasi utang Jungleland Asia ke BBRI. Konon, kalau nggak ada investor strategis yang masuk, Jungleland bisa lepas 100% dari genggaman Grup Bakrie. Eh, sekarang malah mau diambil lagi. Plot twist banget, kan?

JGLE bakal nerbitin 8,28 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham, target dana Rp414 miliar. Rasio right issue-nya gila banget, sekitar 270:99!

Dana Rp413 miliar itu mayoritas bakal dipake buat akuisisi 61,86% saham Jungleland Asia dengan skema inbreng (penyetoran modal non-tunai), sisanya Rp64 miliar buat modal kerja. Yang jadi pembeli siaga di aksi korporasi ini adalah si Adiprotek Envirodunia itu lagi. Duitnya muter-muter aja nih?

Kalau nanti semua pemegang saham, termasuk PT Surya Global Nusantara, nggak ikut right issue, porsi Adiprotek Envirodunia bisa jadi pemegang saham terbesar kedua (26,83%), sementara porsi publik terdilusi parah dari 35% jadi 25,93%. Kalau cuma PT Surya Global Nusantara doang yang nggak ikut, Adiprotek jadi 10,4% dan publik cuma sisa 9,51% dari 35% awal. Investor wajib siap-siap sama dilusi yang ngeri ini!

Tapi, ada sisi “cuan” nih buat JGLE dari transaksi ini, walau cuma di atas kertas. Karena skema inbreng dilakukan di harga diskon, JGLE bisa catat keuntungan pembelian akuisisi harga diskon senilai Rp315,6 miliar dan laba pengukuran kembali nilai wajar saham Jungleland Asia senilai Rp255 miliar. Total potensi pendapatan lain-lain non-cash ini bisa nyentuh Rp570 miliar. Inget ya, ini cuma laba akuntansi, bukan duit beneran yang masuk ke kas perusahaan.

Sayangnya, meskipun ada potensi laba akuntansi segede itu, kinerja Jungleland Asia diproyeksikan masih rugi sampai akhir 2025 (rugi usaha Rp213 miliar, rugi bersih Rp231 miliar). Kabarnya sih, Jungleland mau jual proyek residensial di Sentul yang diekspektasi jadi potensi pertumbuhan. Tapi ya, realitanya sampai 2025, bisnis Jungleland maupun JGLE masih diprediksi boncos. Jadi, hati-hati ya, gaes!

MPPA: Right Issue Jumbo Buat Balikin Ekuitas, Jurus Lama Apa Jurus Baru?

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) juga nggak mau ketinggalan. Mereka berencana nerbitin 24 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp50. Artinya, harga pelaksanaan pasti di atas Rp50 per saham dong.

Jurus Penyelamat MPPA: Right Issue Raksasa & Transaksi Afiliasi

Kalau diitung-itung, perkiraan harga pelaksanaan yang masuk akal itu di kisaran Rp51-Rp55 per saham. Dengan asumsi itu, MPPA bisa ngumpulin dana right issue raksasa sekitar Rp1,2 triliun sampai Rp1,32 triliun. Gokil!

Dana ini rencananya bakal dipake buat transaksi afiliasi, yaitu beli 6 aset yang totalnya butuh Rp780 miliar. Kalau ada sisa dana, bakal buat modal kerja perseroan. Jadi, MPPA berpotensi dapet dana segar buat modal kerja sekitar Rp444 miliar – Rp540 miliar.

MLPL, sebagai pengendali MPPA, juga siap jadi pembeli siaga. MLPL bakal ngelaksanain seluruh haknya dan nyerap bagian dari pemegang saham lain paling banyak 7,56 miliar lembar. Artinya, MLPL udah nyiapin dana sampai Rp1 triliun buat right issue MPPA ini. Keliatannya sih, ini duit cuma muter-muter di grup aja ya.

Dampak positifnya buat MPPA, perusahaan ini kan punya ekuitas negatif senilai Rp2,24 miliar. Dengan tambahan dana right issue sampai Rp1 triliun, ekuitas MPPA berpotensi jadi positif lagi. Ini penting banget buat kesehatan laporan keuangan mereka.

Belajar dari Sejarah Right Issue MPPA & MLPL: Pentingnya Timing!

Kita belajar dari sejarah, ya. MPPA pernah right issue di Desember 2021 dengan harga Rp760 per saham, ngumpulin Rp890 miliar. Rasio 45:7. RUPS-nya September 2021. Nah, di periode itu, dari prospektus awal keluar sampai right issue selesai, harga saham MPPA justru terus merosot sampai Rp182 per saham! Padahal harga eksekusi di bawah harga pasar sebelumnya.

Terus, right issue MPPA berikutnya di 14 Juli 2023. Mereka nerbitin 6 miliar lembar saham baru (lebih gede dari sebelumnya) dengan rasio 164:133. Harga pelaksanaan Rp80 per saham (jauh lebih rendah!). Total dana yang dihimpun sekitar Rp550 miliar. RUPSLB April 2023. Nah, kali ini beda! Saham MPPA malah sempat naik setelah prospektus (sekitar 46%) dan setelah right issue selesai (naik sekitar 61% dari 11-28 Juli 2023).

Bahkan induk usaha MPPA, MLPL, juga punya pengalaman right issue. MLPL IPO Maret 2022, nerbitin 1,99 miliar saham baru dengan rasio 51:7, harga Rp500 per saham, dana ngumpul Rp995 miliar. Siklus harganya? Beberapa bulan sebelum right issue, saham MLPL sempat naik 45%, turun lagi, terus naik lagi 45% pasca right issue. Harga pelaksanaan MLPL sempat di atas harga pasar setelah sahamnya terbang ke Rp800. Tapi, setelah kenaikan pasca right issue, MLPL cenderung koreksi sampai di bawah Rp100. Ini nunjukkin betapa pentingnya timing dan analisis yang cermat!

Intinya, baik JGLE maupun MPPA ini punya cerita right issue yang kompleks. Ada potensi perbaikan di atas kertas (JGLE) atau di laporan keuangan (MPPA), tapi di sisi lain ada sejarah kerugian fundamental dan fluktuasi harga saham yang gila-gilaan pasca right issue. Sebagai investor, lu wajib banget menganalisis lebih dalam dan hati-hati sebelum memutuskan untuk ikut right issue atau berinvestasi di saham-saham ini. Jangan sampai cuan yang diharepin malah jadi boncos lagi!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x