Watchlist Jamet: Saham BVIC Bisa Keangkat Karena Dipaksa OJK
Dunia perbankan Indonesia lagi diguncang aturan main baru dari OJK. Bukan sekadar rumor, aturan ini bakal memaksa bank-bank kecil untuk “naik kelas” atau tersingkir. Salah satu emiten yang paling mencuri perhatian di tengah pergeseran regulasi ini adalah PT Bank Victoria International Tbk (BVIC). Mengapa saham ini dianggap punya potensi upside yang menarik?
Aturan Main Baru: Selamat Tinggal KBMI 1
OJK sudah memberikan aba-aba keras: kategori KBMI 1 (bank dengan modal inti di bawah 6 triliun) akan segera dihapus. Targetnya jelas, semua bank wajib comply sebelum tahun 2027. Tujuannya bukan buat gaya-gayaan, tapi demi memperkuat struktur perbankan nasional agar lebih tahan banting terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Bagi bank yang masuk kategori ini, pilihannya cuma dua: pertebal modal atau angkat kaki. Untuk bertahan hidup, bank-bank ini harus melakukan aksi korporasi besar, seperti:
- Right Issue untuk menyerap dana segar dari pasar.
- Merger dan Akuisisi untuk memperkuat ekosistem.
- Mencari investor strategis baru.
BVIC: Bukan Sekadar Bank “Zombie”
Banyak investor skeptis dengan bank kecil, tapi BVIC punya cerita berbeda. Berdasarkan data fundamental terupdate, Bank Victoria menunjukkan performa yang cukup solid. Berikut adalah alasan mengapa BVIC terlihat seksi di mata pemburu saham undervalued:
- Valuasi Murah: Saat ini, Price to Book Value (PBV) BVIC masih tergolong rendah. Artinya, harga sahamnya masih didiskon dibanding nilai aset bersihnya.
- Pertumbuhan Laba: Berbeda dengan “bank zombie” yang cuma hidup dari suntikan modal, BVIC mencatatkan kenaikan laba secara year-on-year (YoY).
- Ekspansi Kredit: Dengan penguatan modal, Capital Adequacy Ratio (CAR) akan lebih sehat, yang otomatis membuka keran ekspansi kredit lebih lebar lagi.
Kesimpulan: Potensi Naik Kelas yang Nyata
Jika BVIC serius mengeksekusi aksi korporasi untuk memenuhi modal inti sebelum tenggat waktu 2027, harga saham yang sekarang dianggap undervalued kemungkinan besar tidak akan tinggal diam. Ini adalah momentum “dipaksa naik kelas” yang bisa membawa cuan bagi investor yang sabar.
