Saham MBMA 2025: Laba Bersih Loyo, Operasional Malah Ngegas! Ada Apa Nih?
Bro dan Sist investor, yuk intip bareng laporan keuangan MBMA (Merdeka Battery Materials) buat tahun 2025. Hasilnya bikin kita mikir nih, karena laba bersih mereka ternyata turun drastis di 4Q25. Tapi, di sisi lain, laba usaha justru melesat naik! Kok bisa? Mari kita bedah bareng.
Analisa Laba Bersih MBMA: Bikin Kaget Para Investor!
Buat laporan keuangan MBMA, di kuartal 4 tahun 2025, perusahaan ini cuma ngantongin laba bersih US$4 juta. Angka ini turun parah, sekitar -78% QoQ! Alhasil, laba bersih setahun penuh 2025 cuma US$30 juta, atau +30% YoY. Sayangnya, capaian ini masih di bawah ekspektasi konsensus analis, cuma sekitar 73% dari estimasi 2025F. Kenapa ya bisa begini?
Anak Usaha Boncos, Laba Bersih Jadi Kurban
Penyebab utama anjloknya laba bersih MBMA adalah performa negatif dari anak-anak usaha mereka. Cekidot:
- Kerugian dari joint venture (JV) sebesar US$4 juta. Ini gara-gara PT Merdeka Industri Anantha, si smelter HPAL ESG, lagi boncos. Padahal di 3Q25, JV ini masih untung US$11 juta. Jauh banget perbandingannya!
- Kepentingan nonpengendali (non-controlling interest) malah membengkak jadi US$33 juta, atau +126% QoQ. Ini karena MBMA ternyata nanggung porsi kerugian lebih gede (sekitar 80%) dari PT Merdeka Tsingshan Indonesia (pabrik acid iron metal alias AIM). Padahal, di aset nikel yang lagi cuan, porsi MBMA cuma sekitar 50-60%. Wah, beban berat di satu sisi nih!
Laba Usaha MBMA: Ngegas Parah, Bikin Mata Melotot!
Tapi jangan sedih dulu, Guys! Di balik laba bersih yang loyo, ada kabar baik banget dari laba usaha MBMA. Di 4Q25, laba usaha mereka melonjak tajam +93% QoQ, mencapai US$63 juta! Jadi, sepanjang tahun 2025, total laba usaha MBMA sukses menyentuh US$131 juta, naik +64% YoY. Yang bikin tambah gokil, angka ini bahkan melampaui ekspektasi para analis, tembus 107% dari estimasi konsensus 2025F!
Pendapatan Melaju Kencang, Nickel Matte Jadi Bintang
Apa sih yang bikin laba usaha MBMA bisa ngegas kayak gini? Pendorong utamanya tentu aja pertumbuhan pendapatan yang signifikan, naik +63% QoQ. Penjualan nickel matte kembali jadi bintang dengan kontribusi US$124 juta. Padahal di 3Q25, penjualan item ini masih nol besar lho! Selain itu, penjualan bijih limonite juga ikutan naik kenceng, mencapai +113% QoQ. Ini menunjukkan segmen operasional inti perusahaan masih sangat kuat.
Gimana Prospek Saham MBMA Selanjutnya?
Jadi, gimana nih prospek MBMA ke depan? Laporan keuangan 2025 menunjukkan ada dua sisi koin yang perlu investor perhatikan. Laba bersih memang tertekan oleh kerugian anak usaha, tapi operasional inti perusahaan justru menunjukkan performa yang solid dan menjanjikan. Investor wajib banget pantau terus perkembangan MBMA dan strategi mereka buat mengatasi kerugian anak usaha ini, biar cuan gak cuma wacana! Tetap bijak dalam berinvestasi ya!

