Saham RAJA: Direksi Borong Habis, Sinyal Cuan atau Gimana?
Pernah dengar istilah “smart money”? Nah, kali ini ada kabar panas dari emiten RAJA (PT Rukun Raharja Tbk)! Dua petingginya, yaitu sang Direktur Utama Djauhar Maulidi dan Direktur Ogi Rulino, baru aja kompak nambah porsi kepemilikan saham mereka. Ini bikin investor penasaran, ada apa gerangan?
Bos RAJA Kompak Nambah Koleksi Saham, Nominalnya Bikin Melongo!
Jadi, pada tanggal 27 Januari 2026 kemarin, Djauhar Maulidi dan Ogi Rulino sama-sama nambah pundi-pundi saham RAJA mereka dengan harga rata-rata Rp4.999 per lembar. Totalnya? Hampir Rp3,5 Miliar! Gila gak tuh? Aksi ini tentu jadi sorotan, apalagi kalau bos-bos perusahaan ikutan yakin sama prospek masa depan sahamnya.
Siapa Beli Berapa Banyak? Intip di Sini!
- Djauhar Maulidi: Memborong 400.000 lembar saham. Setelah aksi ini, kepemilikan langsung beliau di RAJA naik tipis dari 0,12% jadi 0,13%. Cek detailnya di sini.
- Ogi Rulino: Gak mau kalah, beliau nambah 300.000 lembar. Porsi kepemilikannya juga naik, meski masih di kisaran 0,05%. Buktinya? Ada di sini.
Ini Sinyal Apa Sih Buat Investor RAJA?
Aksi pembelian saham oleh direksi atau manajemen internal (istilah kerennya insider buying) sering banget dianggap sebagai sinyal positif buat pasar. Kenapa? Karena mereka ini orang yang paling tahu seluk-beluk perusahaan dari dalam. Kalau mereka berani rogoh kocek pribadi buat beli saham perusahaannya sendiri, biasanya mereka yakin banget kalau prospek ke depan bakal “cuantastic”!
Mereka melihat nilai yang mungkin belum terlihat jelas oleh investor ritel pada umumnya. Harga Rp4.999/lembar yang mereka bayar bisa jadi dianggap sebagai harga diskon, atau minimal fair value yang menarik di mata mereka. Jadi, ini bisa jadi pertanda baik lho buat performa saham RAJA ke depannya, signaling potensi kenaikan atau stabilitas harga.
Gimana, Udah Siap Lirik Saham RAJA?
Tentu saja, keputusan investasi ada di tanganmu. Tapi, aksi borong saham oleh petinggi RAJA ini patut banget jadi perhatian. Apakah ini awal dari pergerakan menarik? Kita tunggu aja perkembangannya! Jangan lupa, do your own research (DYOR) ya, sebelum kamu ikutan nyerok saham.

