SINI Rights Issue: PTRO Rebut Takhta, Siapa yang Kalah Gacor?
Singaraja Putra (SINI) lagi jadi omongan nih, gengs! Peristiwa rights issue-nya yang dijadwalkan pada 23 Juli 2026 nanti udah bikin kaget pasar. Dengan harga eksekusi Rp5.000 per lembar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp2,1 triliun, banyak banget drama kepemilikan saham yang berubah drastis. Yuk, kita kupas tuntas siapa aja yang cuan dan siapa yang harus legowo!
Mega Rights Issue SINI: Siapa yang Gercep, Siapa yang Santuy?
Proses rights issue SINI ini melibatkan beberapa pemain kunci. Ada yang bener-bener gercep langsung menyerap saham baru, ada juga yang memilih santuy dan akhirnya harus merelakan porsi kepemilikannya menipis. Perubahan ini jelas mengubah peta kekuatan di SINI.
PTRO: Sultan Baru di SINI?
Yang paling bikin geleng-geleng kepala sih, pergerakan dari Petrosea (PTRO). Mereka gercep abis dengan menyerap sekitar 237,9 juta saham baru SINI. Dampaknya, kepemilikan PTRO di SINI langsung melonjak jauh, dari yang tadinya cuma 0,25% kini jadi 19,88%. Gila, kan? Ini langsung bikin PTRO jadi pemegang saham terbesar SINI. Fix, PTRO sekarang jadi sultan di kubu Singaraja Putra!
Pendatang Baru Ngegas: Ever Grace & Deli Indonesia Raya
Nggak cuma PTRO, ada juga Ever Grace International Trading Ltd. dan PT Deli Indonesia Raya yang ikutan ngegas di rights issue ini. Ever Grace nyerap 90 juta saham, bikin porsi kepemilikannya melesat dari nol jadi 7,48%. Sementara PT Deli Indonesia Raya mengakuisisi 30 juta saham baru, sehingga punya 2,49% saham SINI. Mereka ini ibarat pemain baru yang langsung tancap gas di bursa saham!
Pemegang Lama Tergeser: Autum Prima & Hapsoro Kena Dilusi
Tapi, ada yang cuan, ada juga yang harus rela porsinya berkurang, guys. PT Autum Prima Indonesia dan Hapsoro harus ngalamin dilusi. Autum Prima yang tadinya punya 30% saham SINI, kini cuma sisa 16,99% setelah cuma melaksanakan 60 juta dari sekitar 216,5 juta rights yang dia punya. Senasib, Hapsoro juga terpaksa melihat kepemilikannya turun dari 9% jadi 3,89%, karena cuma eksekusi sekitar 3,5 juta dari 64,9 juta rights. Ini pelajaran banget ya, kalau gak full eksekusi rights, ya siap-siap aja porsi lu jadi tipis!
Perubahan signifikan ini jelas banget bakal ngaruh ke dinamika Singaraja Putra ke depan. Struktur kepemilikan yang berubah drastis ini bikin SINI makin menarik buat dipantau. Gimana menurut lu, perubahan ini bakal bawa SINI makin moncer atau malah jadi tantangan baru? Pasti seru nih!

